Viki Tewas Dihajar Massa, Ternyata Bukan Begal

- Selasa, 19 Desember 2017 14:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122017/pesisirnews_Viki-Tewas-Dihajar-Massa--Ternyata-Bukan-Begal.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Kampar, Pesisirnews.com - Wahyu Fikranda (20) alias Viki yang tewas dihajar massa pada Sabtu (16/12) malam sekitar pukul 21.00 Wib, ternyata bukan seorang begal.

Viki tewas dihajar massa karena dituduh sebagai pelaku begal, di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau.

Sepeda motornya dibakar. Jenazah Viki sudah dimakamkan di Bangkinang Kota.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, ternyata Viki memang tidak terbukti sebagai pelaku begal.

Hingga Senin, belum ada warga yang merasa menjadi korban perbuatan Viki. Polisi juga tidak menemukan adanya alat-alat yang digunakan untuk perbuatan kejahatan. Meski, dulunya Viki pernah terjerat pidana.

"Memang dia ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pencurian dan percobaan pencabulan. Dulu juga pernah dipidana. Tapi saat kejadian, tidak ada yang membuktikan dia adalah pelaku begal," kata Kapolsek Tambang, AKP Jambi Lumban Toruan, Senin (18/12).

Terkait dengan aksi massa yang menghakimi Viki hingga tewas ,katanya, tentu sudah menyalahi menyalahi aturan. "Kalaupun terbukti, tetap tidak boleh menghakimi itu. Apalagi tidak terbukti," kata dia.

Untuk selanjutnya, pihak kepolisian akan mengusut pelaku pengeroyokan terhadap Viki. Dalam hal ini, Polsek Tambang bekerja sama dengan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kampar.

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Fajri mengaku masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya.

"Kita sudah koordinasi dengan pemuka masyarakat di sana untuk mengusut ini," sebutnya.

Sesuatu yang bisa menjadi petunjuk digunakan untuk menemukan pelaku. Termasuk video yang sempat viral di media sosial.

"Yang jelas, main hakim sendiri itu tidak boleh. Jangan sampai, suatu tindakan pidana menimbulkan tindakan pidana lainnya," kata dia.

Kata Fajri, hingga saat ini pihak keluarga Viki belum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Meski begitu, polisi tetap mengusut kasus ini. Sebab, perbuatan yang sudah menghilangkan nyawa orang lain, bukanlah delik aduan.

"Ya, walaupun tidak dilaporkan, kita tetap cari pelaku. Kita kumpulkan lah dulu bukti-bukti yang kuat," ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat, untuk tidak cepat mengambil tindakan. Apalagi sudah menyalahi aturan. Seperti main hakim sendiri.

"Negara kita ini adalah negara hukum. Seseorang baru bisa dinyatakan bersalah setelah adanya putusan pengadilan," sebutnya.

Sementara Eli, bibi Viki mengaku akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Hal ini dilakukan atas saran dari berbagai pihak. Di mana, Viki selalu korban, tidak terbukti melakukan aksi begal.

"Besok (hari ini, red), akan melaporkan ke Polres Kampar," katanya, Senin siang.

Dia berharap, pihak kepolisian dapat berlaku adil atas tindakan massa, yang telah menghilangkan nyawa Viki.

Kejadian ini berawal saat Viki dicurigai warga saat berada di sebuah semak yang gelap. Kemudian warga yang sedang ronda, menanyai Viki sedang menunggu siapa. Namun Viki menjawab dengan gugup.

Melihat gelagatnya yang mencurigakan, apalagi setiap ditanyai Viki selalu mengalihkan pembicaraan, masyarakat semakin curiga bahwa dia pelaku begal yang sering beraksi di daerah tersebut.

Karena terpojok ditanyai oleh warga, akhirnya Viki lari meninggalkan lokasi itu, sehingga masyarakat mengejarnya dan meneriaki "begal".

Hingga akhirnya, Viki dihajar massa hingga tewas. Belum diketahui siapa yang ikut serta dalam pengeroyokan ini. Apakah hanya warga sekitar, atau juga ikut pengendara yang lewat.

Sumber jpnn.com 

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Virtual

Peristiwa

Wakapolres Inhil Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Batang Tuaka, Wujudkan Kehadiran Negara di Wilayah 3T

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil