5 Perwira Pembebasan Sandera OPM Menolak Kenaikan Pangkat, Ini Alasannya!

- Minggu, 19 November 2017 19:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112017/pesisirnews_5-Perwira-Pembebasan-Sandera-OPM-Menolak-Kenaikan-Pangkat--Ini-Alasannya-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com - Beredar video yang diunggah oleh akun twitter @kodam3siliwangin menyatakan 5 Perwira yang ikut dalam OPS pembebasan sandera Organisasi Papua Merdeka secara halus menolak kenaikan pangkat.

Dalam video berdurasi 1 menit tersebut, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan:

"5 Perwira yang diwakili oleh Komando Upacara menyampaikan bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira.

Sehingga secara halus mereka menolak untuk menerima kenaikan pangkat.Ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kami semua terharu.

Saya ulangi para perwira meminta menjelaskan bahwa keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah untuk perwira.

Maka sepantasnya yang mendapat kenaikan pangkat hanya anak buahnya.

Maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tetapi diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekannya.

Inilah contoh tauladan bagi prajurit-prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi, tetapi hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia." tutupnya.

Seperti yang kita tahu sebelumnya, kelompok kriminal bersenjata sempat menyandera 1.300 warga yang berada di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua.

Operasi senyap ini merupakan gabungan TNI dan Polri yang melibatkan 300 personel.

Segala akses untuk masuk ke dalam dua desa sudah ditutup oleh kelompok tersebut.

Warga setempat juga dilarang keluar dari kampung tersebut oleh kelompok bersenjata.

Hal ini membuat polisi kesulitan untuk membebaskan serta memberi bantuan pangan bagi warga desa tersebut.

Bahkan, kepolisian juga sulit memberikan bantuan melalui udara, lantaran edua desa tidak memiliki landasan udara untuk kapal atau helikopter mendarat.

Kelompok bersenjata ini lokasinya dekat dengan area Freeport.

Menurut keterangan Koordinator Kodap III Wilayah Mimika, Hendrik Wanmang, OPM berniat menghancurkan tambang Freeport secara keseluruhan.

"Fokus kami saat ini menghancurkan secara total Freeport. Sebab, Freeport saat ini menjadi masalah bagi bangsa Papua karena tambang ini dijadikan Pemerintah Indonesia untuk kepentingan kapitalisasi saja," terang Hendrik.

Setelah video ini tersebar, banyak netizen yang merasa bangga atas kinerja dan keikhlasan mereka.

Tribunwow.com

@poerInkopads: Bravo TNI ku, SALAM KOMANDO

@Dendyajah72: Hebat, itulah yg namanya pemimpin berjiwa ksatria

@Suri87744173: Smoga ALLAH SWT,menjdikn TNI sbgai benteng yg kokoh dlm menjaga kedaultn NKRI,slam penuh hormat buat TNI kami. (TribunWow.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi