BUKITKRIKIL. PESISIRNEWS.com-Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, yang dibangun awalnya dari swadaya masayarakat pada tahun 2008 sejak sekolah ini berdiri dan diangkat statusnya menjadi negeri, sekolah tersebut hanya memiliki satu guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sekolah yang memiliki siswa pada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 218 orang dari kelas satu hingga kelas enam itu dipimpin oleh seorang PNS sekaligus menjabat sebagai Kepala sekolah.
Sekolah Dasar yang beralamat di Jl. Gapoktan dengan identitas NSS: 101090203029, NPSN: 10496647 status sekolah Negeri, dengan jumlah pegawai sebanyak lima belas (15) orang terdiri satu orang Pegawai Negeri Sipil menjabat sebagai kepala sekolah, sebelas orang guru (tenaga pengajar) diantaranya enam orang merangkap wali kelas dan guru bidang studi, satu orang guru agama Islam, satu orang guru agama kristen juga merangkap guru bidang studi dan guru Penjas, guru AMI, satu bagian tata usaha (TU) serta satu orang pejaga sekolah seakan luput dari perhatian pemerintah.
Walaupun sekolah SDN 29 ini sudah menjadi milik pemerintah namun status belum berobah masih tetap guru honor sekolah, tanpa perobahan yang berarti” keluh salah satu guru di temui pesisirnews, dilanjutkannya, “kami guru yang merupakan tenaga pendidik yang berjumlah 12 orang ini masih tetap seperti dulu, yaitu guru tanpa kejelasan status, apa sebab kami katakan guru tanpa kejelasan status, tentu punya sebab dan alasan kuat, Sudah lima tahun berlalu SD menjadi Negeri status kami masih Honor Sekolah selain itu gaji kami sebesar ± 500 ribu per bulannya jauh dibawah upah minimum, itupun kami terima sekali tiga bulan, yang dianggarkan melalui dana BOS dan sukarela dari orang tua siswa.
Kami sebenarnya tidak menuntut banyak, jika kami tidak bisa diangkat menjadi guru PNS tak masalah bagi kami tapi cobalah pihak pemkab Bengkalis melalui Dinas Pendidikan memberikan sedikit perhatian terhadap kami guru yang di daerah terpencil ini, yah dianggarkan melalui APBD Bengkalis paling tidak mendekatilah gaji kami dengan UMR atau UMP” harapnya. Ditambahkannya, sementara tanggung jawab sebagai guru menjadi beban moral terhadap anak didik dan orang tua siswa, karena kita tidak mau murid kita ketinggalan dengan sekolah lain pungkasnya.
Muhammad Nur S.Pd kepala sekolah SDN 29 di ruang kerjanya belum lama ini, diperoleh informasi dan data tentang sekolah bahwa, dirinya belum ada dua bulan menjabat sebagai kepala sekolah menggantikan posisi kepala sekolah yang lama karena meninggal dunia, sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala sekolah di SDN Tanjung Leban kondisi SDN 29 dari sisi bangunan memang masih baik, tapi bukan hanya bangunan saja yang diperlukan masih banyak lagi pasilitas pendukung lainnya seperti Labor IPA dan lain sebagainya untuk mendukung akvitas belajar mengajar ujarnya. Perlu diketahui di sekolah kami ini sangat diperlukan tambahan PNS terutama guru jelasnya. Terkait latar belakang atau profil sekolah.
M. Nur menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki, SDN 29 Bukit Kerikil berdiri atas swadaya masyarakat setempat dibuktikan dengan surat hibah lahan dari masyarakat untuk kepentingan sekolah pada tahun 1998. Jumlah siswa-siswi hingga pada menjelang Ujian Akhir Sekolah (UAS) TA 2013/2014 sebanyak 218 orang, siswa kelas 1 sampai kelas 5, 180 orang dan kelas 6 yang akan tamat sebanyak 38 orang. Dari jumlah siswa yang memeluk agama Islam 174 orang, Protestan 33 orang dan Katolik 17 orang. Sedangkan jumlah pegawi berdasarkan rekapitulasi status kepegawaian sebanyak 15, 1 orang PNS dan 14 orang Honor Sekolah, ungkapnya.
Sementara inventaris aset sekolah cukup untuk saat ini, luas tanah 5000M² bangunan atau gedung dibangun dengan bertahap tahun 2008 dan tahun 2013 konstruksi permaen beratap seng dan plafon triplek luas bangunan 280M² lantai semen. Status tanah milik sekolah selain itu rumah dinas guru (RDG) 4 unit, ruang belajar 6 unit, ruang kantor TU 1 unit, ruang majelis guru 1 unit MCK guru 1 unit dan MCK murid 1 unit sedangkan ruang perpustakaan menyatu dengan ruang majelis guru dan ruang kepala sekolah menyatu dengan ruang majelis guru. Menurut Kasek disatu sisi perlengkapan dan alat pelajaran masih memadai disisi lain sangat dibutuhkan buku baru pelajaran sesuai kurikulum, adapun buku pelajaran cetak penerbit Erlangga diperoleh tahun 2010. Kepala sekolah M. Nur, tidak menafikan keluhan-keluhan para guru tersebut, dia akan berupaya melaporkan kondisi ini ke Dinas, ia berharap, kedepan pihak dari Dinas Pendidikan supaya lebih memberikan perhatian khusus terhadap keluhan guru-guru tersebut. Selain itu dirinya juga mengharapkan pihak Dinas Pendidikan dapat mengusulkan pembangunan dalam APBD seperti pembangunan Labor IPA, RDP dan Rumah Dinas Kepala Sekolah (RDKS) serta pembangunan dua (2) ruang belajar yang sangat dibutuhkan. “ harapan kami kepada bapak kepala dinas pendidikan kabupaten Bengkalis, kami dari keluarga besar SDN 29 Bukit Kerikil mengharapkan perhatian khusus dan kesejahteraannya, mengungat jumlah murid yang ada dan tenaga pengajar semuanya honor sekolah” harapnya.
Menanggapi minimnya guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 29 Desa Bukit Kerikil Kec. Bukit Batu – Bengkalis tersebut Wakil Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Peduli Lingkungan (LSM-FPL) Bengkalis, Auzar mengatakan seharusnya hal ini tidak boleh terjadi, apalagi kondisi itu sampai berlangsung lama, sebab jika hal itu terjadi akan berdampak buruk terhadap mutu atau kwalitas pendidikan.
Dikatakannya, Kondisi itu akan menghambat program sekolah, sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah bersangkutan. "Kalau sekolah hanya memiliki satu orang saja Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagaimana eksistensi belajar mengajar dapat berjalan baik, berbeda dengan sekolah swasta yang jelas-jelas pengelolaan dan pembiayaannya dikucurkan melalui iuran siswa-siwi yang belajar di sekolah tempat mereka menuntut ilmu” jelasnya. Ia melanjutkan, Ini kan statusnya sekolahnya Negeri tapi para pendidiknya didominasi tenaga honor, kalau hal ini tetap berlanjut yang dirugikan adalah siswa," tegasnya.(ay/yee)