RUPAT,PESISIR NEWS.com.- Malang nian nasib ratusan guru honor madrasah Kecamatan Rupat, pasalnya sudah enam bulan terhitung sejak bulan Januari-Juni mereka belum terima honor. Kondisi tersebut tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, lagi-lagi guru madrasah terabaikan.
Berbeda dengan guru honor dibawah naungan Dinas Pendidikan, kendati sama-sama berstatus honorer, mereka jauh lebih beruntung, bukan hanya nilai honorer yang mereka terima lebih tinggi dibanding guru madrasah, tapi yang sangat mencolok sejak sebulan lalu honor yang dalam nauangan Disdik juga sudah dibayarkan, sedangkan guru madrasah sampai saat ini masih gigit jari.
Pantauan wartawan Pesisir news selasa 10/6/2014 di salah satu sekolah madrasah yang terletak di kelurahan Terkul saat di ketemui salah satu guru yang udah lama 7 tahun mengajar ditempat tersebut mengatakan dengan sebebenar untuk perwakilan dari ratusan guru madrasah yang ada di kecamatan Rupat "Kendati profesi kami sama sebagai guru pendidik, tapi sudah kelihatan benar sekali perhatian dan pendangan Pemerintah ternyata tidaklah sama, dan Pemerintah terkesan membeda bedakan antara pendidikan agama dengan umum,"ucap guru madrasah Nursyam Spd pada saat lagi istrahat di ruang mejelis guru yang dihadiri beberapa guru dan perwakilan dari kemenag Bengkalis’
Lanjutnya “Jika alasannya anggaran belum bisa dicairkan, mengapa untuk pembayaran guru honor disdik sudah bisa dibayarkan, terkait hal itu, Pemerintah terlihat masih mamandang sebelah mata dengan guru madrasah."Rasanya kami sebagai guru madrasah hanya disuruh mendengarkan pentingnya pendidikan agama, tapi kami sebagai guru pendidik madrasah harus terima kenyataan dengan persoalan kesejahteraan,"paparya,
Begitu juga salah satu guru lainnya memaparkan, bahwa janji Pemerintah untuk meningkatkan pendidikan dengan mensejahterakan guru ternyata tidak berlaku untuk madrasah, begitupun janji Pemerintah yang akan membayarkan honor guru pada tiap satu bulan, "tapi ternyata sudah enam bulan setengah, kami mengajar, tapi belum juga terima gaji, “tegasnya.
Terpisah, menurut salah satu perwakilan dari kemenag walau pun bukan bidang nya dan merupakan salah satu pendiri sekolah madrasah yang ada di kelurahan terkul dan sekaligus mantan kepala sekolah Mts saat dikomfirmasihkan oleh wartawan pesisir news .com mengatakan, “ kami dari kemenag udah mengajukan ke pemda disertai dengan spj tapi berapa hari ini kami terima kabar bahwa pemda mengatakan dari seluruh dana hibah termasuk untuk pembayaran honor guru madrasah itu, DPA-nya belum ditandatangani, sehingga belum ada satupun dana hibah yang bisa dicairkan.
“Seperti itu kabar yang kami terima beberapa hari yang lalu, tapi perkembangan terakhir saya juga kurang tahu apakah sudah ditandatangan atau belum dan kita akui, dalam waktu dekat ini, rasa rasanya memang belum ada tanda-tanda honor madrasah akan segera tersalurkan, ”ujarnya . (budi)