TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Salah satu yang dirasakan lain masyarakat Kota Tembilahan saat menyambut Idul Adha pada tahun ini, tidak dilaksanakannya kegiatan pawai takbir oleh Pemkab Inhil.Padahal biasanya, kegiatan tersebut jadi hiburan tersendiri bagi masyarakat dengan membawa keluarganya untuk menyaksikan pawai di sepanjang jalan yang dilintasi para peserta.Akibat ditiadakannya kegiatan pawai takbir tersebut membuat sebagian besar masyarakat kecewa, terutama dari kalangan pelajar. Sebab mereka sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, termasuk memungut sumbangan dalam rangka memeriahkan hari raya tersebut."Tentu kecewa, kita sudah mengalokasikan dana OSIS untuk mengikuti kegiatan ini. Bahkan kekurangannya kita patungan dengan para siswa, supaya kita bisa menang dalam pawai kali ini," ujar salah seorang pengurus OSIS SMA I Tembilahan, Selasa (22/9/2015).Masih menurutnya, apalagi sebagian besar dana yang dimiliki sudah dibelikan untuk keperluan mengikuti pawai. Bahkan sudah mempersiapkan atribut pawai siang dan malam.Kekecewaan juga datang dari Risma salah seorang ibu rumah tanggan yang berdomisili di Jalan Telaga Biru. Selain belanja keperluan lebaran, salah satu alasan ia dan keluarganya pergi ke pasar adalah untuk menyaksikan pawai takbir."Kalau pawai takbir tidak dilaksanakan, rasanya kurang meriahlah Idul Adha kali ini. Meski disadari sekarang sedang terjadi kabut asap, tapi belum pada tahap yang membahayakan, sampai pelaksanaan pawai takbir ditiadakan," ucapnya.Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Pemkab Inhil, HM Arifin Selasa (22/9/2015) mengatakan, Pemkab Inhil telah memutuskan bahwa tidak akan memfasilitasi pelaksanaan pawai Takbir Idul Adha."Hal itu diputuskan setelah bekonsultasi dengan berbagai pihak, atas saran dan masukan dari banyak pihak, dengan kabut asap ini, kita tidak laksanakan pawai takbir kali ini, dan surat edarannya sudah kita kirimkan kepada semua pihak," ungkap Arifin."Setelah mendengarkan masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama , Dinas Kesehatan, petunjuk serta arahan Pak Bupati, akhirnya dengan penuh penyesalan kami sampaikan bahwa tahun 1436 Hijriah ini, kita tidak melakukan pawai takbir," jelas Arifin.Jelasnya, hanya gara-gara masyarakat dan pelajar berbondong-bondong keluar mengikuti pawai akhirnya jadi sakit, karena terhirup udara yang tidak sehat. "Oleh karena itu, ia meminta kepada pengurus Masjid, Mushala dan Surau untuk bertakbir bersama di dalam Masjid masing-masing," pungkasnya. (zul)