DUMAI – Sesuai data di Dinas TenagaKerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai menyebutkan setiap tahunnyajumlah angka pengangguran mengalami peningkatan mengingat kelulusan tingkatSMA/SMK dan Mahasiswa setiap tahunnya tetap berlangsung.
Ditambah lagi banyaknya warga luar daerah yang hijrahke daerah ini mencari pekerjaan sehingga menambah catatan pengganguran. Padahalberdasarkan Perda No 10 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan yang menegaskan70-30 artinya 70 persen warga tempatan dan 30 persen warga luar.
Selain itu, kesepakatan perusahaan yang terkesan belumtaat aturan dan dinilai setengah hati dalam menyikapi persentase Perda naker dikota Dumai.
" Kondisi inilah yang menjadikan perbandingan nakerlokal dengan luar sangat mencolok, apalagi dengan anak lulusan SMK di kotaDumai tiap tahunnya terus meningkat. Hal ini tidak dibarangi oleh jumlahlowongan kerja yang besar dari perusahaan yang beroperasi di kota Dumai. Jadihal ini perlu adanya perhatian khusus bagi para pemilik perusahaan untuk selalumenjalin kerja sama dengan sekolah kejuruan dalam penempatan lapangan kerja,"terang Kepala Sekolah SMKN 2 Dumai, Juzmilita Spd MPI kepada wartawan, kemarin.
Ia menyarankan agar perusahaan khususnya industridapat menjalin kerjasama dengan sekolah – sekolah kejuruan yang ada di KotaDumai, khususnya.
Menurutnya, hal inilah yang dapat mengurangi tingkatpengangguran, jadi perlu adanya inovasi dan terobosan baru untuk mengurangipengangguran dengan cara perusahaan wajib menjalin kerjasama atau MoU (MorendumOF Undestending) dengan Sekolah Kejuruan.
Pasalnya, langkah ini lebih tepat dalam mengurangiangka pengangguran di kota Dumai. " Lihat saja dan perhatikan sesuai data dariDisnaker angka pengangguran lulusan SMA/SMK tiap tahun meningkat. Jadi perluadanya terobosan baru mengurangi hal ini kedepan agar kota Dumai dapatterhindar atau berkurang angka pengangguran setiap tahun," paparnya.
Kalau di perhatikan realitanya, masih katanya, berapabanyak siswa lulusan SMK dari berbagai jurusan yang membutuhkan pekerjaansetelah selesai pendidikan. Kenyataannya perusahaan di Kota Dumai lebih banyakmempekerjakan tenaga kerja dari luar Dumai, sedangkan tenaga kerja lokal asal Dumaihanya beberapa orang saja.
" Jujur saja perusahaan itu pasti ada yang tidak beresdalam rekrutmen tenaga kerjanya. Jumlah pengangguran di daerah ini bukan makinberkurang setiap tahunnya, malah terus bertambah dan ditambah lagi perhatianperusahaan yang ada di daerah ini kurang maksimal," terangnya.
Terobosan dan inovasi baru dengan adanya MoU,tambahnya antara sekolah kejuruan dan perusahaan diharapkan dalam penyerapantenaga kerja perusahaan dapat memprioritaskan siswa kejuruan tamatan Dumaisesuai jurusan dan bidang yang dibutuhkan. Jadi dengan demikian, angkapengangguran dapat berkurang setiap tahunnya.
" Wacana dan inovasi yang terbarukan inilah yang terussama-sama kita jadi wacanakan terus, agar semua perusahaan dapat lebihmemperhatikan kondisi dan lapangan kerja untuk anak tempatan bagi lulusan SMKsederajat dapat lebih diutamakan," pungkasnya. (CP)