KPI: Tom & Jerry dan Little Krisna Tak Layak Tonton

- Selasa, 23 September 2014 18:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092014/1411474396news_83_1411466145.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi tayangan kartun berbahaya bagi perkembangan mental anak. (Foto: kpi.go.id)
JAKARTA, PESISIRNEWS.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah melakukan pemantauan dan kajian secara intensif terhadap tayangan kartun yang disiarkan stasiun televisi di Indonesia, KPI memutuskan terdapat lima tayangan kartun berbahaya dan tidak layak ditonton anak-anak, seperti disampaikan KPI dalam siaran pers yang terbit pada Senin (22/9) di Jakarta.  Tiga tayangan kartun yang termasuk dalam kategori BERBAHAYA (lampu merah):    Bima Sakti – ANTV    Little Krisna – ANTV    Tom & Jerry –  yang tayang di tiga stasiun TV: ANTV, RCTI, dan Global TVSedangkan dua tayangan kartun yang masuk dalam kategori HATI-HATI (lampu kuning):    Crayon Sinchan – RCTI    Spongebob Squarepants – Global TVTayangan tersebut penuh dengan muatan-muatan yang berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak, yaitu:    Kekerasan fisik (mencekik, menonjok, menjambak, menendang, menusuk dan memukul)    Kekerasan terhadap hewan    Penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai seperti pisau, balok, dan benda-benda lainnya    Kata-kata kasar    Adegan-adegan berbahaya    Perilaku yang tidak pantas seperti membuka celana dan memperlihatkan ke teman-teman dan merusak benda-benda    Sifat-sifat negatif (emosional, serakah, pelit, rakus, dendam, iri, malas, dan jahil)    Muatan porno    Unsur-unsur mistisBahkan program kartun–yang berisi kekerasan yang eksplisit dan masif tersebut, ada yang ditayangkan setiap hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Hal ini tentu saja akan mendorong daya imitasi yang mempengaruhi sikap, pola pikir dan kepribadian anak-anak Indonesia. Maka, KPI menghimbau anak-anak dan orang tua agar selektif dalam memilih tayangan anak dan kartun, dan untuk lima tayangan di atas, agar orangtua melarang anak-anaknya menonton.Dalam memberikan penilaian terhadap tayangan kartun, KPI telah meminta pandangan dari para pakar dan pemerhati anak yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, yaitu Seto Mulyadi (Komnas Anak), B. Guntarto (Yayasan Pengembangan Media Anak/YPMA), Elly Risman (Yayasan Kita dan Buah Hati), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), perwakilan Deputi Perlindungan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Muslimat NU.Para pakar dan pemerhati anak sepakat bahwa tayangan anak dan kartun di Indonesia telah melampaui batas kewajaran. Mereka sangat prihatin atas maraknya muatan-muatan dalam tayangan kartun, mengingat anak-anak belum memiliki daya filter yang baik terhadap apa yang dilihat dan didengarnya dari televisi.Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, KPI dengan tegas telah menjatuhkan sanksi administratif kepada stasiun TV yang menyiarkannya, dan menginstruksikan stasiun TV untuk menghilangkan muatan-muatan kekerasan dan adegan berbahaya serta tidak pantas ditiru oleh anak-anak.Dalam kesempatan yang sama, KPI juga memberikan apresiasi terhadap tujuh program anak dan kartun yang menginspirasi dan kaya muatan edukasi, yaitu :    Dora The Explorer – Global TV    Adit Sopo Jarwo – MNC TV    Laptop Si Unyil – Trans 7    Curious George – ANTV    Thomas and Friends – Global TV    Unyil Keliling Dunia – Trans 7     Disney Junior – MNC TV


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Kekerasan

Pendidikan

Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah

Pendidikan

Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah

Pendidikan

Pj Bupati Inhil Ingatkan Semua Pihak Tentang Kasus Kekerasan Di Sekolah

Pendidikan

Peduli Akan Pendidikan, Pj Bupati Inhil Herman Menggelar Pertemuan Dengan Guru Di Kecamatan Kempas

Pendidikan

Studi: Wanita Berpendidikan dan Mapan Makin Enggan Terikat Pernikahan