Bupati Inhil Sambut Gembira Kedatangan Mahasiswa Kobe University, Jepang

- Rabu, 23 Agustus 2017 13:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082017/pesisirnews_Bupati-Inhil-Sambut-Gembira-Kedatangan-Mahasiswa-Kobe-University--Jepang.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Diskominfo/rd

Inhil, Pesisirnews.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyambut gembira kedatangan sejumlah mahasiswa Kobe University, Jepang di kediaman dinas Bupati Kabupaten Inhil, Jalan Kesehatan Nomor 1, Tembilahan, Rabu (23/8/2017) pagi.

Sebagaimana diketahui, kedatangan mahasiswa Kobe University ke Kabupaten Inhil bertujuan untuk melaksanakan penelitian tentang hutan mangrove di Pantai Solop, Kecamatan Mandah dan kebudayaan suku laut di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong.

Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan dalam pertemuan yang dipusatkan di ruang rapat kediaman dinas tersebut, berkesempatan untuk memperkenalkan Kabupaten Inhil, menjelaskan hal - hal yang berkenaan dengan letak geografis setiap wilayah di Kabupaten Inhil dan demografi lokal Kabupaten Inhil.

"Inhil merupakan Kabupaten terluas di Provinsi Riau, terdiri dari 20 Kecamatan, 236 Desa dan Kelurahan dengan luas wilayah keseluruhan 18.812 Kilometer persegi. Penduduk disini (Inhil, red) juga terdiri dari beraneka ragam suku bangsa dengan penduduk asli Melayu, Bugis, Banjar, Minang, Batak, Jawa, dan lain sebagainya," papar Bupati.

Disamping itu, Bupati Wardan memaparkan segala potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Inhil, mulai dari potensi perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan serta kepariwisataan. Pada pertemuan ini, Bupati Wardan juga memberikan gambaran seputar sosio - ekonomi 

"Khusus di sektor perkebunan, Inhil memliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelapa sawit pinang, kopi termasuk kakau dan sagu. Selain itu, Inhil juga memiliki populasi Mangrove yang tumbuh melintas di sepanjang sungai Indragiri. Termasuk di pantai Solop, Mandah yang sebentar lagi akan dikunjungi adik - adik mahasiswa sebagai salah satu wilayah dengan populasi mangrove terbesar di Inhil," jelas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Wardan, pada penelitian sebelumnya terhadap salah satu tumbuhan lokal, yakni nipah yang dilakukan oleh Universitas Riau, diketahui bahwa terdapat potensi pengembangan yang luar biasa pada tumbuhan yang tumbuh liar di Kabupaten Inhil. Nipah, dikatakan Bupati, berdasarkan hasil riset dapat dikembangkan menjadi gula konsumsi masyarakat serta biodiesel.

Pada penelitian yang akan dilakukan oleh para mahasiswa Kobe University ini, Bupati Wardan berharap agar ditemukan konsep baru pengembangan potensi lokal Kabupaten Inhil.

"Pemkab Inhil berharap banyak dengan adanya penelitian ini, terdapat bahan dan kajian yang bisa disumbangkan kepada kami dalam rangka pengembangan potensi di wilayah kami," kata Bupati.

Selain akan melakukan riset terhadap pertumbuhan mangrove di Kabupaten Inhil, para mahasiswa Jepang tersebut juga akan melakukan riset pada bidang kebudayaan, kajian sosio - kultural terhadap suku laut di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong.

"Disana, saudara akan melihat perkampungan Panglima Raja, Kecamatan Concong. Disana bisa saudara akan dapat melihat kehidupan masyarakat dengan keseharian mereka sebagai nelayan, bagaimana tantangan hidup mereka dilaut," ujar Bupati Wardan.

Terakhir, Bupati Wardan mengharapkan, kunjungan riset yang dilakukan para mahasiswa Jepang tersebut kelak akan terus berlanjut dan dapat mensosialisasikan konsep dari hasil riset kepada Pemerintah Kabupaten untuk kemudian dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan guna pelaksanaan pembangunan.

Sementara, salah seorang dosen luar biasa Universitas Riau selaku pendamping, Haruka Suzuki yang juga berasal dari Jepang, membenarkan, tujuan kedatangan sejumlah mahasiswa Jepang tersebut adalah untuk melakukan riset dalam aspek sosio - ekonomi potensi hutan bakau dan sosio - kultural kehidupan suku laut Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong.

"Hari ini, terlebih dahulu kami akan berkunjung ke Pantai Solop untuk melihat hutan mangrove yang banyak tumbuh disana. Kamibakan menginap satu malam dan keesokan harinya, kami akan melanjutkan kunjungan ke Desa Panglima Raja, Concong melihat kehidupan suku laut," katanya.

Sedangkan, dikatakan Haruka Suzuki, dasar pemilihan Kabupaten Inhil sebagai lokasi riset adalah melalui pertimbangan potensi hutan mangrove yang besar jika dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia dan keberadaan suku laut yang kerap kali terekspose melalui pemberitaan selama ini.

"Riset oleh para mahasiswa Jepang ini dilakukan atas kerjasama dengan pihak Universitas Riau. Beberapa pendamping mahasiswa Jepang adalah dosen - dosen dari Universitas Riau," tandas Haruka Suzuki yang tengah bersiap untuk berangkat menuju Pantai Solop, Kecamatan Mandah.

rd/diskominfo 

Berita Terkait

Pemkab Inhil

Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam

Pemkab Inhil

Pisah Sambut Kajari Inhil, Plh. Bupati Yuliantini Dorong Sinergi Untuk Daerah Kondusif

Pemkab Inhil

malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen

Pemkab Inhil

Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan

Pemkab Inhil

Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak

Pemkab Inhil

Tinjau Karhutla Parit 18, Plh Bupati Inhil Sebut 72 Hotspot Terdeteksi di Delapan Kecamatan