Bupati Inhil Instruksikan BPBD Berlakukan Siaga Banjir

- Sabtu, 02 Desember 2017 18:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122017/pesisirnews_Bupati-Inhil-Instruksikan-BPBD-Berlakukan-Siaga-Banjir.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Inhil, Pesisirnews.com - Dengan ditetapkannya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai salah satu daerah rawan banjir oleh Pemerintah Provinsi Riau. Maka, Bupati Inhil, HM Wardan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberlakukan siaga banjir.

Berdasarkan hasil dari pemetaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau, Kabupaten Inhil masuk ke dalam daftar salah sati daerah rawan banjir dari 4 (empat) daerah rawan banjir di Provinsi Riau.

"Siaga banjir ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau menyusul siaga kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) yang telah dihentikan sejak tanggal 1 Desember 2017 lalu," ungkap Bupati, Sabtu (2/12/2017) pagi.

Maka itu, Bupati meminta kepada pihak BPBD Inhil mendirikan posko siaga banjir di beberapa kawasan rawan banjir guna mengantisipasi datangnya banjir yang tidak bisa diprediksi.

Kepala BPBD Inhil, Yuspik mengungkapkan, dari hasil pemetaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau, terdapat 4 kawasan di Kabupaten Inhil yang rawan banjir. Keempat daerah tersebut ialah Desa Mumpa, Sungai Junjangan, Sungai Raya dan Kempas Jaya.

"Kami sudah stand by. TRC (Tim Reaksi Cepat) juga sudah disiagakan, manakala musibah banjir datang. Posko BPBD juga buka 24 jam untuk melayani pengaduan terjadinya banjir. BPBD Inhil saat ini, juga telah melakukan patroli sesuai dengan peta wilayah berpotensi banjir," pungkasnya.

Dalam waktu beberapa hari kedepan, pihak BPBD Inhil, dikatakan Yuspik juga akan melakukan survey di salah satu daerah yang juga berpotensi banjir, yaitu Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling.

Selanjutnya, perubahan cuaca ekstrem yang terjadi bahkan di seluruh kawasan Indonesia, memunculkan kekhawatiran pihak BPBD. Oleh karenanya, Yuspik mengimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir untuk senantiasa waspada atas datangnya angin kencang disertai hujan deras yang potensial menimbulkan terjangan angin puting beliung dan tanah longsor.

Lebih lanjut, Yuspik juga meminta kepada para nelayan untuk menggunakan lampu dan melengkapi peralatan keselamatan pada saat beraktifitas mencari ikan di laut.

"Juga kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan diminta untuk berhati - hati dengan kondisi cuaca yang ekstrem ini. Angin kencang disertai hujan berpotensi menimbulkan badai di laut. Gunakam lampu dan lengkapi peralatan safety manakala mencari ikan," tandas Yuspik.(diskominfops). 

Berita Terkait

Pemkab Inhil

Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang

Pemkab Inhil

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Pemkab Inhil

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Pemkab Inhil

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Pemkab Inhil

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Pemkab Inhil

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi