Bupati Inhil Terus Pantau Korban Banjir Di Desa Mumpa, Tempuling*

- Sabtu, 14 Oktober 2017 19:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102017/pesisirnews_Bupati-Inhil-Terus-Pantau-Korban-Banjir-Di-Desa-Mumpa--Tempuling-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Indragiri Hilir,Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan terus memantau korban banjir di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling melalui Tim Penanganan Korban Banjir yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, TNI dan Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia (PMI) serta pihak Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat.

Menurut Bupati Inhil, HM Wardan, pemantauan memang sudah semestinya dilakukan, mengingat kondisi di lokasi pengungsian yang minim fasilitas dan akomodasi.

"Sejak, terjadinya bencana banjir, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Kesehatan dan PMI terus bergerak mengevakuasi dan menyalurkan bantuan bagi para korban yang diungsikan," kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati berpesan kepada seluruh instansi terkait agar terus melakukan koordinasi dalam hal pengawasan para pengungsi banjir. Bahkan, Bupati mengaku, telah memanggil pihak perusahan untuk dimintai solusi perihal penanggulangan bencana banjir dalam bentuk normalisasi parit.

"Saya berpesan, agar warga pengungsi dapat bersabar atas segala cobaan yang datang. Kami selaku Pemerintah berkomitmen untuk senantiasa menjalankan tugas sesuai tupoksi. Senin kemarin, saya telah memanggil pihak perusahaan untuk menormalisasi parit agar endapan dpaat diangkat ke permukaan sehingga tidak terjadi genangan pada saat diguyur hujan" kata Bupati.

Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, Yuspik mengatakan, penanganan korban banjir memang dilakukan secara linta sektoral melalui dinas terkait. Sebab, dalam musibah banjir yang terjadi ini, telah didirikan posko pengungsi korban banjir yang merupakan tanggung jawab bersama.

"Penanganan dilakukan oleh semua instansi yang terhimpun dalam sebuah tim. Di posko pengungsi, telah stand by, pihak BPBD Inhil, TNI dan Polri, Dinas Sosial serta pihak Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat," urai Yuspik melalui sambungan seluler sembari menuju posko pengungsi.

Selanjutnya, Yuspik mengatakan, dari hasil evakuasi terakhir sejak pagi tadi, tim penanganan korban banjir kembali berhasil mengevakuasi 5 orang yang langsungn dibawa ke Posko pengungsi.

"5 jiwa yang kita evakuasi ke posko korban banjir ini dalam kondisi sakit. Dengan dievakuasinya 5 orang ini, total warga korban banjir saat ini telah mencapai angka 225 jiwa dari 74 KK (Kepala Keluarga)," ujar Yuspik.

Di Posko korban banjir yang disiapkan oleh tim penanganan korban banjir, Yuspik mengungkapkan, terdapat 60 persen warga dari total keseluruhan warga korban banjir yang menginap di tenda - tenda pengungsian.

"Selebihnya, sekitar 30 persen itu telah dijemput oleh pihak keluarga masing - masing untuk dibawa pulang ke daerah lain," ungkapnya.

Di lokasi pengungsian, Yuspik mengatakan, tim penanganan korban banjir, telah menyediakan fasilitas kesehatan bagi para pengungsi, salah satunya ialah melalui pendirian posko kesehatan 24 jam yang diisi oleh petugas medis dari Puskesmas Kecamatan Tempuling.

"Pendirian posko kesehatan ini dilakukan, mengingat kondisi pasca banjir sangat lah rentan akan serangan penyakit, terutama bagi Balita dan anak - anak," jelasnya.

Besok, dikatakan Yuspik, Tim Penanganan Korban Banjir akan melakukan survei ke Lokasi banjir untuk memastikan kondisi permukiman warga yang dilanda banjir.

"Setelah survei besok, tim penanganan korban banjir akan menggelar rapat. Apakah para pengungsi dapat dipulangkan atau tidak. Kalau seandainya dari hasil survei permukiman warga masih tergenang, maka pemulangan para pengungsi akan kami tunda," ujarnya.

Selanjutnya, Yuspik mengatakan, jika permukiman warga tidak dalam kondisi tergenang air, maka secepatnya tim penanganan korban banjir akan memulangkan para pengungsi dengan catatan ketika terjadi lagi banjir yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi dan luapan air sungai, maka tim penanganan korban banjir akan kembali melakukan evakuasi terhadap warga

Berita Terkait

Pemkab Inhil

Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla

Pemkab Inhil

Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam

Pemkab Inhil

Pisah Sambut Kajari Inhil, Plh. Bupati Yuliantini Dorong Sinergi Untuk Daerah Kondusif

Pemkab Inhil

malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen

Pemkab Inhil

Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan

Pemkab Inhil

Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak