Peringati HANI Pemko Dumai Gelar Jalan Santai

- Senin, 23 November 2015 20:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112015/pesisirnews_.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
dika
Pj Wako Arlizman buka gerak jalan santai dalam rangka HANI 2015
DUMAI, PESISIRNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2015 yang mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba”, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menggelar kegiatan Gerak Jalan Santai yang dipusatkan di Halaman Eks Kantor Walikota, Jalan HR Soebrantas Dumai, Senin (23/11/2015).Acara yang diikuti ribuan peserta terdiri dari, PNS, masyarakat, anak sekolah, dan beberapa komunitas yang ada di Kota Pelabuhan ini secara resmi dibuka oleh Penjabat Walikota Dumai Drs Alizman Agus didampingi Sekda Dumai Drs Said Mustafa, unsur Forkompimda, dan undangan lainnya.Dalam sambutannya, Pj Walikota Dumai mengatakan, Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2015 mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba”. Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini merupakan bentuk keprihatinan guna menyadarkan seluruh umat manusia di dunia, sekaligus untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masih menjadi ancaman kehidupan secara universal, serta untuk bekerja keras melawan kejahatan narkotika sebagai kejahatan kemanusiaan yang harus segera dihentikan.Dalam konteks nasional, bahwa permasalahan narkotika di Indonesia telah memasuki fase darurat. Status kondisi darurat narkotika bukan hanya retorika dan isu belaka, melainkan ancaman faktual yang selama ini masih dilihat sebelah mata oleh bangsa Indonesia.“ Permasalahan narkotika yang sangat kronis ini terlihat dari jumlah penyalah guna narkotika di Indonesia yang mencapai kurang lebih 4 juta jiwa. Mereka bukan hanya dari kalangan dewasa, namun juga dari kalangan remaja bahkan anak-anak, mereka juga bukan hanya dari kalangan masyarakat berpendidikan rendah melainkan telah meracuni kalangan masyarakat berpendidikan tinggi sekalipun,” ujar Arlizman.Lanjutnya, Kasus kejahatan narkotika yang melibatkan Warga Negara Indonesia maupun warga Negara asing hampir setiap hari berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum dengan jumlah barang bukti yang sangat besar, bukan hanya puluhan kilo melainkan ribuan kilo, bukan hanya puluhan butir melainkan ribuan butir. Barang bukti narkotika yang sangat besar tersebut dapat meracuni jutaan warga Negara sekaligus dapat menjadi senjata pemusnah massal yang akan menghancurkan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang.“ Kondisi permasalahan narkotika yang berada dalam fase darurat sangat membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat. Permasalahan narkotika tidak akan dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan harus melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali,” tegasnya.Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2015 ini, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian kita bersama sebagai bangsa Indonesia dalam upaya penanganan kondisi darurat narkotika.Pertama, dalam rangka penanganan penyalah guna dan pecandu narkotika tidak ada jalan lain kecuali melalui pemulihan atau rehabilitasi. Dengan keterbatasan Fasilitas rehabilitasi ketergantungan narkotika yang ada saat ini mengharuskan semua pihak, baik kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk turut berpartisipasi menyediakan layanan rehabilitasi ketergantungan narkotika.“ Dalam upaya pemulihan ketergantungan narkotika, sangat dibutuhkan kesadaran dan keteguhan hati dari mereka sendiri dan keluarga. Dukungan dari kalangan keluarga dan lingkungan masyarakat juga sangat penting untuk mendorong para penyalah guna dan pecandu narkotika agar bersedia melapor diri secara sukarela kepada Institusi Penerima Wajib Lapor guna memperoleh hak perawatan dan hak terbebas dari tuntutan pidana,” katanya.Kedua, penanganan terhadap penjahat narkotika hanya dapat dihentikan dengan pemberian hukuman mati kepada penjahat narkotika merupakan hukuman yang sangat layak, konstitusional dan tidak melanggar Hak Asasi Manusia. Hukuman mati kepada penjahat narkotika harus tetap ditegakkan dalam rangka menyelamatkan dan melindungi rakyat Indonesia dari ancaman narkotika.“ Selain itu, kepada para penjahat narkotika harus dilakukan penyitaan asset yang terkait dengan hasil tindak kejahatan narkotika. Penyitaan asset merupakan langkah pelemah kekuatan material dan finansial yang selama ini menjadi penopang dan penggerak utama kejahatan narkotika,” pintanya.Kepada aparat penegak hukum yang menangani kejahatan narkotika supaya menegakkan hukum dengan baik dan benar, berpegang teguh pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan demi meyelamatkan masa depan generasi dan masa depan bangsa Indonesia yang kita cintai.Aparat penegak hukum yang menangani kejahatan narkotika memiliki tugas yang sangat berat. Selain menghadapi penjahat narkotika secara fisik, mereka juga harus mampu menjaga diri dari godaan material dan finansial yang sangat besar dari para penjahat narkotika.“ Oleh Karena itu, kita sangat berharap kepada para aparat penegak hukum agar mampu menjaga spirit nasionalisme dan patriotisme dalam menjaga kedaulatan hukum Negara dengan menegakkan aturan-aturan hukum yang berlaku dan bukan menjadi bagian dari permasalahan kejahatan narkotika itu sendiri,” harapnya.Permasalahan ketiga, Pencegahan penyalahgunaan narkotika merupakan upaya yang sangat penting dan utama, karena hal ini menyangkut keselamatan seluruh warga Negara dari pengaruh buruk narkotika.Faktor dan aktor utama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika adalah keluarga. Keluarga yang harmonis, penuh kedamaian, ketentraman, dan kasih sayang serta mampu menanamkan tata nilai bahwa narkotika membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara illegal, merupakan benteng paling kokoh dalam mencegah terjadinya tindakan-tindakan destruktif. Keyakinan bahwa narkotika illegal sangat membahayakan masa depan keluarga sekaligus masa depan bangsa juga perlu ditanamkan secara terus menerus.“ Oleh karena itu kepada seluruh lapisan masyarakat supaya selalu membangun dan menjaga keharmonisan, membangun budaya saling mengasihi dan menyayangi di lingkungan keluarga. Keluarga yang sehat, kuat dan harmonis merupakan modal pokok dalam mewujudkan ketahanan nasional sekaligus menjadi landasan pokok pelaksanaan agenda-agenda pembangunan bangsa,” ajaknya.Dalam kaitannya dengan faktor pencegahan, Kota Dumai dapat memainkan peranan yang sangat penting bagi masuk dan beredarnya narkotika ini. Kondisi geografis Dumai yang berbatasan dengan Negara tetangga, didukung dengan fakta tersebarnya pelabuhan-pelabuhan rakyat yang bisa saja luput dari pantauan aparat penegak hukum, adalah kondisi yang sangat ideal bagi penyeludupan barang terlarang ini. Apalagi Jalur laut kerap digunakan sebagai jalur perdagangan narkoba lintas negara.Oleh karenanya, Pada kesempatan ini, Arlizman mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Dumai untuk bekerja bersama lebih keras lagi untuk memberantas kejahatan narkoba di Kota Dumai setuntas-tuntasnya.“ Mari kita ciptakan lingkungan bebas narkoba mulai dari lingkungan  terkecil, diri sendiri, keluarga kita, RT, Kelurahan dan seterusnya. Saya juga meminta keikutsertaan aktif dari organisasi non Pemerintah dan Lembaga Swasta serta kelompok-kelompok masyarakat, RT, Kelurahan, Kecamatan untuk menjaga lingkungan masing-masing agar bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ajaknya lagi.Ditambahkannya, tingkatkan terus kerjasama dengan aparat penegak hukum, kejahatan narkoba sudah bersifat global, dengan jaringan Global, sehingga penegak hukum tidak bisa bekerja sundirian untuk membendung masuknya jaringan sindikat narkoba Internasional dan Regional masuk ke Kota Dumai. Jalin sinergi diantara aparat penegak hukum di Kota Dumai tanpa Disharmoni atau bahkan Friksi diantara aparat penegak hukum, karena justru akan menguntungkan jaringan sindikat narkoba dan merugikan kita semua.“ Khusus kepada Badan Narkotika Kota Dumai dan Kepolisian Resor Dumai sebagai agen pengemban misi ini terus semangat untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Wilayah Dumai, saya harapkan makin aktif dalam menyatukan dan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, dalam menyelamatkan generasi muda kita dari ancaman bahaya narkoba,” tukas Arlizman. (dcp)Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI(**)


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Suasana Khidmat, Wabup Yuliantini Lepas 173 Jemaah Haji Inhil

Pemerintahan

Peringati HUT ke-74, IDI Cabang Indragiri Hilir Gelar Bakti Sosial Pengobatan Spesialistik

Pemerintahan

WHR 2023: Israel Bertahan di Urutan ke-4 Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan Paling Tidak Bahagia

Pemerintahan

Pemerintah Pakistan Bertekad Mengakhiri Kejahatan Taliban Pakistan untuk Selamanya

Pemerintahan

Nia Ramadhani Ungkap Pernah Lempar Segepok Uang ke Muka Ardi Bakrie

Pemerintahan

AS Sebagai Negara Pemberi Bantuan Terbesar ke Afghanistan Minta Taliban Hormati Hak Perempuan