DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kota Dumai diminta untuk mengoptimalkan keberadaan Posko Darurat Pencemaran Udara. Baik posko terpadu maupun posko kesehatan. Sebab pada masa darurat ini fokus dalam penanganan kesehatan korban Kabut Asap." Saya minta Pemko Dumai untuk mengoptimalkan keberadaan Posko Darurat Pencemaran Udara, sebab pada masa darurat ini fokus dalam penanganan kesehatan korban Kabut Asap. Jadi pelayanan kesehatan puskemas dan rumah sakit mesti siaga. Baik dokter dan tenaga medis," pinta Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi saat berkunjung ke Dumai belum lama ini di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh.Dijelaskannya, kondisi saat ini masih fluktuatif. Artinya tidak bisa dipastikan kondisi Kabut Asap. Bila kondisi memburuk, situasi darurat pencemaran udara bisa diperpanjang hingga November 2015.Kondisi ini juga berimbas kepada para siswa yang terpaksa diliburkan. Seluruh sekolah dianjurkan untuk meliburkan siswanya bila Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) berada pada level 300 PSI. Sebab kondisi ini kualitas udara antara Sangat Tidak Sehat dan Berbahaya." Jadi siswa bisa diliburkan sementara. Mesti ada koordinasi antara pihak dinas kesehatan dengan dinas pendidikan. Sehingga siswa tidak terganggu kesehatannya," kata Arsyadjuliandi.Menurutnya, para siswa sudah lama tidak bisa bersekolah. Sebab kondisi udara memburuk. Namun diingatkan kepada para siswa agar tetap belajar di rumah. Jangan sampai siswa yang libur malah bermain di luar ruangan." Saat libur sementara, para siswa jangan bermain di luar. Tetaplah belajar dan menjaga kesehatan. Bila memang beraktifitas di luar rumah, sebaiknya kenakan masker," harapnya.Kemudian terhadap pelaku pembakaran lahan, sebaiknya langsung ditindak tegas. Baik perseorangan atau koorporasi (perusahaan).Sementara itu, PJ Walikota Dumai, Arlizman Agus mengatakan hingga Kamis (01/10) kemarin, sudah 10 hari siswa diliburkan. Sebab kondisi udara di Dumai semakin memburuk." Pilihan itu diambil, guna mengantisipasi siswa terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)," bebernya.Kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Maka dari itu, upaya penanganan dan pencegahan terus dilakukan terutama di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pekanbaru. Seperti menyiagakan tiga unit Helikopter dan Pesawat, agar membantu proses pemadaman.Apalagi Riau kini kerap mendapat Kabut Asap kiriman dari provinsi tetangga, seperti Jambi dan Sumatera Selatan. Oleh sebab itu, tim terpadu tengah berupaya melakukan modifikasi cuaca. Sehingga bisa menekan intensitas Kabut Asap yang ada. (dcp)(rio)