Rakor Pemkab Bengkalis dengan Tim UKP4 mengenai Karhutla

- Jumat, 29 Agustus 2014 13:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082014/1409295908_Rakor-Tim-UKP-IV--16-Perusahaan-di-Riau-Diaudit-Kepatuhan-Pencegahan-Karhutla-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bupati Rakor dengan Tim UKP4
BENGKALIS,PESISIRNEWS.com -Tim Unit Kerja Presiden UKP 4 Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan turun ke Bengkalis dalam rangka rapat koordinasi audit kepatuhan pencegahan karhutla di Provinsi Riau di Bengkalis, Kamis (28/8/2014). Menurut Prof. Dr. Slamet Santoso dari Tim UKP 4 dalam pemaparannya di hadapan Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh, Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo, perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Tim UKP IV, ada 16 perusahaan di Riau yang menjadi perhatian atau audit yang dilakukan pihaknya, apakah sudah melakukan upaya pencegah-pencegahan karhutla sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Sayangnya dalam rakor tersebut tidak disebutkan perusahaan mana saja yang jadi objek diaudit tersebut. Menurut slamet, ke-16 perusahaan ini merupakan perusahaan yang selalu ditemukan hot spot setiap terjadi kebakaran di Riau. Hasil audit ini akan disampaikan kepada presiden, kementerian terkait, gubernur, bupati dan walikota dan akan ditindaklanjuti dala bentuk teguran, peringatan atau dalam bentuk apresiasi karena kepatuhan perusahaan dalam mencegah karhutla.  'Audit ini untuk mendorong kepatuhan dalam mencegah karhutla sebagai tindak lanjut kunjungan Presiden ke Riau, awal Maret lalu,' ujar Prof. Slamet.Pada kesempatan itu Prof. Slamet juga menyampaikan tentang 13 rencana aksi penanganan karhutla di Riau, dimana salah satunya membentuk tim audit ketaatan terhadap 16 perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau yang selama ini rawan titik api selama ini. Dipaparkan pula, ada tiga aspek yang akan diaudit, yaitu sistem kelembagaan, ketersedian peralatan dan SDM serta aspek konflik. 'Hasil dari audit ini, test casenya adalah apakah musim kemarau mendatang apakah terjadi karhutla atau tidak,' ujar Prof.Sebelumnya Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh memaparkan berbagai upaya pencegahan kebaran yang dilakukan Pemkab selama ini, seperti melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan secara nembakar. Kemudian melakukan pengendalian karhutla dengan berkoordinasi dengan satket terkait jika terjadi karhutla. Upaya lain membuat embung-embung kecil setiap desa sehingga tersedia cadangan air pada musim kemarau dan saat terjadi karhutla. Di samping membuat dua embung besar 2 hektar sesuai instruksi provinsi.Sementara itu Kapolres AKBP Andry Wibowo juga menjelaskan bagaimana pihaknya konsen terhadap upaya melestarikan lingkungan hidup dengan melakukan upaya penegakan hukum tanpa pandang bulu. Hal itu setidaknya dari beberapa kasus yang telah ditangani kepolisian dengan mengungkap 2 kasus illegal logging di tahun 2013 dan menangani 9 kasus di tahun 2014.Kapolres juga mengungkap bahwa cara efektif untuk melakukan pemantauan illegal logging dan karhutla adalah melalui pantauan udara melalui udara.Rakor Audit Tim UKP4 dihadiri Sekda H Burhanuddin, para kepala dinas dan badan. Kemudian dari Tim UKP4 juga hadir Prof. Bambang Heru dari IPB, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.(yee)


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar

Pemerintahan

Pj Bupati Inhil Erisman Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan

Pemerintahan

Pj Bupati Inhil Tinjau Progres Pekerjaan Semenisasi Bersama Kadis Perkim

Pemerintahan

Kadis Diskominfo Pers Inhil Trio Beni Putra Raih Program Doktor di Bidang Ilmu Lingkungan Hidup

Pemerintahan

Presiden Tekankan Pembangunan Infrastruktur harus Ramah Lingkungan

Pemerintahan

Wapres Berharap Makin Banyak Perusahaan yang Jadi Agen Perubahan Lingkungan