PEKANBARU-Usulan penambahan modal untuk BUMD Riau dengan nilai mencapai Rp3 triliun dicoret dan tidak akan masuk dalam APBD Riau tahun 2019. Selain suntikan dana untuk BUMD, usulan dana yang dinilai tidak jelas peruntukannya juga dicoret.
"Jadi usulan penambahan dana BUMD tersebut sudah dipastikan tidak akan diakomodir," kata Sekretaris Komisi III DPRD Riau sekaligus anggota Banggar DPRD Riau Suhardiman Amby kepada wartawan, Senin kemarin di Pekanbaru.
Dikatakan, Banggar akan memprioritaskan anggaran yang bermanfaat bagi masyarakat. "Pegawai ada yang sampai tiga bulan belum gajian, ini yang penting. Kok malah kita urus yang tidak penting. Kita urus yang penting dulu lah," ujar politisi Hanura tersebut.
Penambahan modal BUMD bisa saja dilakukan bila anggaran sudah dalam kondisi surplus, bukan seperti sekarang yang berada dalam posisi defisit. "Bantuan desa akan kita prioritaskan dulu dengan cara swakelola atau swasembada nantinya," ujarnya.(FR)