Demo ke DPRD Riau, Driver Online Ungkap Sederet Aksi Kekerasan yang Dialaminya

- Senin, 05 Februari 2018 12:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022018/pesisirnews_Demo-ke-DPRD-Riau--Driver-Online-Ungkap-Sederet-Aksi-Kekerasan-yang-Dialaminya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Antarariau.com
Pekanbaru, Pesisirnews.com - Ratusan pengemudi daring atau driver online Kota Pekanbaru melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Riau, Senin. 

      Koordinator masa aksi driver online, Berta dalam aksi damainya di Depan Gedung DPRD Riau, menyampaikan tuntutan kepada Wakil Rakyat di DPRD Riau untuk dapat melakukan mediasi atas polemik yang terjadi antara driver online dan driver konvensional.        "Adanya perselisihan, tindakan perusakan atribut driver hingga kekerasan dan pemukulan terhadap driver online di Riau maka kami mengajukan permohonan dari pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti  secara cepat dan tanggap," kata Berta.    Mereka mengecam berbagai aksi kekerasan yang telah menimbulkan keresahan bagi driver online dalam mencari nafkah. Sejumlah kasus sweeping, pengeroyokan, perusakan atribut disampaikan dalam orasi tersebut.         Ia mengatakan mulai dari kasus pengeroyokan driver online di mall SKA oleh taksi konvensional pada 20 Agustus 2017 lalu. Kemudian, tindakan penahanan unit kendaraan online di Bandar Udara oleh transportasi puskopau dimana mobil tersebut disimpan di kawasan TNI AU Pekanbaru dan kejadian tersebut kerap terjadi.       "Kami merasa tidak mendapat keadilan, tidak tenang mencari nafkah," sebutnya.      Selanjutnya, tindakan perusakan kendaraan online oleh oknum taksi konvensional di Jalan Riau. Penjebakan driver online oleh oknum kopsi di Transmart Pekanbaru.      Kemudian juga, Intimidasi dan pengecaman terhadap Srikandi driver online Pekanbaru di Bandara SSK ketika menjemput keluarga padahal dalam keadaan offline atau non aplikasi.      Kemudian, juga pernah terjadi penahanan driver online pencopotan atribut paksa dan perusakan serta pembakaran atribut driver online di kawasan bandara SSK II.      Mereka menuding dinas terkait seolah menutup mata dengan kejadian yang meninpa driver online tersebut. Sehingga, mereka meminta DPRD Riau memanggil instansi dan dinas terkait untuk dapat memberikan solusi kongkrit atas kejadian yang terjadi.      "Kami juga meminta dipertemukan dengan taksi konvensional, organda, angkasa pura pihak keamanan angkasa Pura untuk mediasi penjemputan offline dan tidak berbayar terkushus ketika menjemput keluarga dan kerabat dekat di SSK II," sebutnya.     Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu menyambut masa aksi didampingi Anggota DPRD Riau Makmun Solihin dan Tengku Rusli Ahmad.        "Tuntutan dan harapan akan ditindaklanjuti oleh DPRD Riau. Kami akan segera menfasilitasi dengan instansi terkait. Kami akan undang mediasi dengan melibatkan driver online," sebut Politisi PDI Perjuangan tersebut. 

Sumber Antarariau.com 

Berita Terkait

Pekanbaru

Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang

Pekanbaru

Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu

Pekanbaru

Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

Pekanbaru

Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU

Pekanbaru

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

Pekanbaru

Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah