MEDAN, PESISIRNEWS.COM - Indonesia Hebat terwujud apabila Sumut bersih. Demikian jargon yang disuarakan oleh aktifis 98 yang ada di Sumut, Sipa Munthe dan Tongam Siregar di sekitar kantor Gubsu, Medan, Rabu (23/9)
Menurut Sipa, kedatangan presiden Jokowi ke Sumut merupakan momentum bagi kepala negara untuk membersihkan pemerintahan Sumatera Utara dari para pejabat korup.
Dikatakannya, Sumut adalah barometer Indonesia, sehingga apabila Sumut bersih maka semua provinsi lain akan mengikuti sistem pemerintahan provinsi yang bersih dan akuntabel.
"Presiden Jokowi hendaknya memantau pemerintahan Provinsi Sumut hingga tahun 2016, atau setidaknya semua pejabat yang sempat dikabarkan terlibat korupsi, dicopot," tegas Sipa Munte.
Sipa juga meminta supaya presiden memutuskan menunda Pilkada kota Medan Desember 2015, sebab rakyat kota Medan sudah muak dengan Walikota yang masuk penjara setelah dilantik.
"Seperti diketahui, calon Walikota yang ada saat ini, sarat dengan dugaan terlibat korupsi, dan masyarakat tidak ada pilihan. Untuk itu sebaiknya Pilkada Medan ditunda saja," ujar Sipa.
"Dengan dicalonkannya figur yang diduga terlibat korupsi juga menunjukkan partai politik telah merampok atas nama demokrasi," tambahnya. (Red)