Kerja Kampung yang Diapresiasi Dunia

- Jumat, 28 November 2014 14:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112014/1417158756141126047NaniZulminarni.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Nani Zulminarni meraih Global Fairness Award 2014
PESISIRNEWS.com - Nani Zulminarni, pendiri Program Pemberdayaan Kepala Keluarga Perempuan (Pekka), menerima penghargaan Global Fairness Award 2014 di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Senin (24/11) malam. Pemilihan ini melalui riset yang memakan waktu lebih dari setahun, untuk melihat dan mengikuti pemimpin-pemimpin yang dianggap berkontribusi terhadap perubahan masyarakat marginal, khususnya untuk perubahan kehidupan.“Saya bersyukur dan senang karena kerja pengorganisasian Pekka di kampung-kampung dikenali dan diapresiasi hingga ke tingkat dunia,” ujar Nani kepada SH, Senin, melalui surat elektronik.  Perempuan berkulit putih ini juga bangga karena dapat bersanding dengan penerima-penerima penghargaan sebelumnya, seperti Ela Bath dari India yang mendirikan SEWA (Self Employment Women Association), lembaga besar yang mengubah hidup perempuan miskin di India; mantan Ibu Negara dan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton; serta beberapa tokoh perempuan dunia yang kiprahnya sangat terkenal.   Salah satu perjuangan Pekka yang berkiprah sejak 2001 memang membuat keberadaan perempuan kepala keluarga, yang jumlahnya tidak kurang dari 25 persen di Indonesia, diakui dan untuk selanjutnya dipenuhi hak-haknya. Selain pemberdayaan ekonomi, salah satu fokus Pekka saat ini adalah akses keadilan, khususnya berkaitan dengan hak komunitas Pekka dan keluarganya, serta masyarakat miskin lain akan identitas hukum keluarga. Ini termasuk akta kelahiran anak, kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta nikah atau cerai. Lebih jauh, perempuan kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat, ini mengatakan, kemiskinan dan ketidakadilan terhadap perempuan dan kelompok marginal masih dalam jurang. Perangkat-perangkat hukum yang tersedia guna pemenuhan hak dasar dan perlindungan bagi masyarakat miskin, khususnya perempuan dan kelompok marginal, masih belum berjalan di tingkat implementasi.Karena itu, ia mendesak pemerintah merevisi berbagai bentuk perundangan dan peraturan yang menyatakan, kepala keluarga adalah laki-laki, dengan tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang menjadi kepala keluarga.Koordinator Nasional Peace Women Across the Globe Indonesia, Olin Monteiro menyebutkan, Nani adalah role model dan penggerak dalam gerakan perempuan, juga bagi gerakan perempuan kepala keluarga. Saya rasa penghargaan ini sangat layak dan penting,” ujarnya.Olin menambahkan, masih banyak orang dan perempuan pekerja atau perempuan aktivis lain di Indonesia yang juga bekerja memberdayakan perempuan, namun tidak mendapat penghargaan. “Jadi, saya rasa, banyak perempuan lain juga layak mendapat penghargaan ini,” ucapnya kepada SH, Selasa (25/11).Selain janda, Pekka memberdayakan para perempuan lajang yang menanggung beban keluarga dan para istri yang suaminya cacat atau sakit permanen. Nani berharap pemerintah memasukkan dengan jelas keberadaan perempuan kepala keluarga dalam definisi statistik sehingga jumlahnya terlihat secara aktual.Ibu tiga anak ini pun mendesak pemerintah untuk mengembangkan program-program khusus yang menjangkau keluarga yang dikepalai perempuan miskin, khususnya untuk pendidikan dan keterampilan kehidupan bagi mereka agar dapat menjalankan peran dan fungsi sebagai kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga.Lantas, apa arti penghargaan ini bagi Nani dan Pekka? “Saya pikir penghargaan seperti ini akan menjadi salah satu cara mendapatkan pengakuan akan keberadaan kami, yang selama ini masih cenderung invisible (tidak terlihat) dalam sistem,” katanya.Sumber : Sinar Harapan


Tag:

Berita Terkait

Opini

Terima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, Kementan Raih Opini WTP 6 Tahun Berturut-turut

Opini

Workshop Public Relations: Kekuatan Opini Publik dan Dampak pada Citra Institusi

Opini

Desakan Praktisi Hukum yang Meminta Kapolres Rohil Dicopot Merupakan Penilaian Subyektif

Opini

Menjadi Wartawan yang Tahan Terhadap Godaan

Opini

Gairah Ilmu, Harapan Mendulang Masa Depan

Opini

Gubernur Anies:Massa 212 Lebih Banyak Daripada Massa menyambut Tahun Baru 2018,Tapi Sampahnya Sedikit