Alfred Riedl Buka Suara perihal Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

- Kamis, 22 November 2018 11:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112018/pesisirnews_Alfred-Riedl-Buka-Suara-perihal-Kegagalan-Timnas-Indonesia-di-Piala-AFF-2018.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bola.com

Pesisirnews.comTimnas Indonesia harus menelan kenyataan pahit di Piala AFF 2018. Tim Garuda harus tersingkir dari turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara itu, bahkan di saat masih memiliki satu laga tersisa di fase penyisihan grup.

Situasi ini mengundang mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, buka suara. Alfred, yang saat ini berada di Austria, menjawab pertanyaan yang diajukan Bola.com, tak lama setelah Timnas Indonesia dipastikan tersingkir menyusul hasil imbang 1-1 pada laga Filipina kontra Thailand, Rabu malam (21/11/2018).

Sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam tiga edisi Piala AFF (2010, 2014, dan 2016), Alfred cukup memahami seluk-beluk sepak bola Indonesia.

Ia pernah mengecap pahit dan manis bersama Tim Merah-Putih. Tampil di final, meski akhirnya gagal jadi juara, pada Piala AFF 2010 dan 2016, serta pernah pula merasakan terdepak dini dari Piala AFF 2014.

"Tentu saja saya masih sangat tertarik dengan sepak bola Indonesia, terutama Liga 1 dan khususnya, tentang Timnas Indonesia. Saya masih berhubungan dengan beberapa pengamat sepak bola Indonesia, mereka yang memberi saya informasi terkini perihal situasi sepak bola di Indonesia," tutur Alfred.

"Sungguh sangat disayangkan, Timnas Indonesia tak bisa melaju ke semifinal pada Piala AFF tahun ini," imbuhnya.

Pria 69 tahun ini menyebut cukup sulit melakukan evaluasi atas penampilan Timnas Indonesia dari jauh. Namun, ia merasa sejak dirinya meninggalkan Timnas Indonesia, tak ada prestasi apik sesuai harapan yang dicatatkan Tim Garuda, baik semasa dilatih Luis Milla maupun terkini, Bima Sakti.

1 of 2


Menyentil PSSI

Hanya, ia menegaskan, situasi seperti itu bukan kemudian digunakan untuk menyalahkan seseorang.

Ia menuturkan, membawa gaya ala Spanyol ke sepak bola Indonesia mungkin terkesan luar biasa, tetapi dalam opininya, hal itu tak cukup efektif. Pasalnya, pemain Timnas Indonesia harus beradaptasi dengan taktik maupun sistem latihan.

Padahal, persoalan terbesarnya adalah pemain Indonesia, khususnya jajaran pemain muda, tak mendapatkan pelatihan atau pendidikan yang sama halnya dengan pemain-pemain muda di Eropa.

Alfred menambahkan, memercayakan posisi pelatih kepala timnas kepada sosok muda potensial namun belum berpengalaman, dianggapnya sangat berisiko dan patut dipertanyakan.

"Mr. Bima Sakti sebelum Piala AFF 2018 ini belum pernah melatih di tim senior di klub lokal, bukan?" ujarnya.

Di sisi lain, Alfred menuturkan ia baru saja meneken kontrak untuk menjadi pundit di Fox Sports Asia yang bermarkas di Singapura. Mulai Januari 2019, mantan pelatih Timnas Vietnam itu akan hadir seiring penyelenggaraan Piala Asia 2019.

Sumber Bola.com 


Tag:

Berita Terkait

Olah Raga

Peringati Hari Veteran, Bupati Inhil Ajak Generasi Muda Teladani Nilai Perjuangan

Olah Raga

Untuk Kenyamanan Jemaah, PPIH Siapkan Bus Antarkota dengan Spek Khusus*

Olah Raga

Terbesar di Sumatera, Riau Bhayangkara Run 2025 Bakal Gelar Berbagai Even

Olah Raga

Nasi Kuning Hingga Sambal Tumis, Chef Azhari: Menu Nusantara Jadi Sajian Utama Jamaah Haji 2025

Olah Raga

Tiket Pertandingan Indonesia vs Bahrain Mulai Di Jual

Olah Raga

Jadwal Kedatangan Mega Bintang Sepak Bola Portugal Cristiano Ronaldo Ke Indonesia