Awas, Ribuan Obat PCC Sengaja Disebar, Bahan Bakunya Didatangkan dari Luar Negeri Senilai Rp20 Miliar!

- Sabtu, 16 September 2017 23:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092017/pesisirnews_Awas--Ribuan-Obat-PCC-Sengaja-Disebar--Bahan-Bakunya-Didatangkan-dari-Luar-Negeri-Senilai-Rp20-Miliar-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Obat PCC. Ilustrasi
JAKARTA – Ini bisa jadi pesan yang harus diwaspadai orangtua agar memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya terkait peredaran obat PCC yang menghebohkan itu.

Jika sebelumnya PCC hanya didapati di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, temuan terbaru, pil serupa ternyata sudah ditemukan di Makassar, Sulawesi Selatan dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Yang mencengangkan, temuan pil PCC itu bukan dalam jumlah ratusan, melainkan ribuan!Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Suwadi yang menemukan ribuan pil PCC di Mamuju dan Makassar.

Diduga, ribuan pil PCC di Mamuju tersebut berasal dari Makassar.

Hendri menyebut, pihaknya pun sudah meminta pihak terkait untuk mengamankan sejumlah orang yang diduga menjadi penyebar pil yang membuat penggunanya menjadi zombie dalam hitungan menit itu.

Ribuan pil PCC ditemukan di Makassar. Foto ist

"Kami sudah minta dua orang di Mamuju dan dua orang di Makassar untuk ditangkap. Karena BPOM tidak punya kewenangan untuk menangkap," ujar Hendri pada Jawa Pos, semalam.

Hendri menambahkan, dari hasil penyelidikannya di Kota Kendari, pihaknya mendapati korban pil PCC kini sudah berkurang dan tinggal 12 orang saja yang dirawat.

Selebihnya, para korban tersebut sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

"Kalau tersangka bandar PCC di Kendari masih dicari keberadaannya," ungkap dia.

Yang mengherankan, lanjutnya, meski pil serupa didapati di Makassar dan Mamuju, namun tak sampai menimbulkan kehebohan seperti di Kendari.

Pihaknya pun mengaku belum menerima laporan adanya orang yang sampai dibawa ke rumah sakit gara-gara mengonsumsi PCC.

"Kami sudah mengantongi beberapa nama. Tapi, ini masih bandarnya, belum produsennya," ungkap Hendri.Hendri menegaskan, pil PPC yang tersebar itu sama sekali tak bisa disebut sebagai obat.

Pihaknya menduga, bahan baku Cariprosodol yang telah dilarang sejak 2013 itu didatangkan lagi secara ilegal dari luar negeri.

Petugas BPOM merazia apotik di seluruh daerah untuk mendeteksi pil PCC. Foto via jawapos

Salah satu indikasinya adalah temuan bahan baku dari luar negeri yang didatangkan melalui Riau.

Total barang cair yang dikemas dalam drum itu sekitar Rp20 miliar dan telah diamankan polisi setempat.

"Kandungan pastinya sedang kami uji," ujar dia.

Lebih lanjut Hendri menuturkan bahwa peredaran pil PCC itu diduga kuat untuk meracuni anak-anak muda.

Caranya, dengan membagi-bagikan pil zombie tersebut secara gratis kepada anak-anak dan remaja

Namun, saat mereka yang mengkonsumsi pil itu mulai ketagihan, mereka akan memperjual-belikannya.

"Ada tersistematis mafia yang masukkan obat secara ilegal yang tujuannya bukan untuk obat. Tapi, membuat produk ilegal," jelasnya.

Saat ini, lanjuutnya, BPOM bersama polisi dan BNN terus mengadakan razia besar-besaran untuk mencari peredaran pil PCC di semua daerah.

Korban diduga obat PCC yang menyerupai narkoba flaka dirawat di rumah sakit. Istimewa

Dia berharap, masyarakat juga lebih waspada bila ada orang yang membagi-bagikan pil PCC.

"Beacukai juga akan dilibatkan untuk menstop barang ilegal ini," tegas dia..sumber pojoksatu.id.

.

Berita Terkait

Nasional

Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan

Nasional

Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian

Nasional

Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah

Nasional

Evaluasi Pemerintah Digital 2026, Kepala Diskominfops Inhil Dorong Penguatan SDM

Nasional

Tabligh Akbar bersama UAS di Kapolres Rokan Hilir

Nasional

Bupati Inhil Lepas 70 orang Kontingen Untuk Berkompetisi Diajang Porsenijar Tingkat Propinsi