PESISIRNEWS.COM, JAKARTA – Ratusan ribu orang memadati Masjid Istiqlal Jakarta untuk menghadiri tabligh akbar ulama asal Madinah Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq Al Badr pada Ahad (3/4/2016). Mereka datang dari Jabodetabek dan berbagai daerah seperti Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon hingga Yogyakarta. Dalam penyampaiannya, Syaikh Abdurrazzaq menjelaskan panjang lebar tentang siapa dan apa kriteria wali. Menurut Guru Besar Aqidah di Universitas Islam Madinah ini siapapun bisa menjadi wali asalkan betul-betul menjalankan syariat Allah.“Wali Allah adalah orang yang menjalankan kewajiban yang Allah syariatkan,” kata Syaikh Abdurrazzaq yang diterjemahkan oleh Ustadz Abdullah Zaen.Syariat yang terbesar itu, kata beliau, adalah sholat wajib yang lima waktu. “Apakah sholatnya dilakukan tepat waktu ataukah ia kerjakan berjamaah di masjid?,” tanya Syaikh Abdurrazzaq.“Kalau tidak demikian (tidak sholat lima waktu atau tidak berjamaah di masjid –red) maka dia bukan wali Allah,” ujar Syaikh Abdurrazzaq.Ulama yang rutin mengisi kajian setiap pekan di radio Rodja ini menegaskan, pedagang di pasar pun bisa menjadi wali Allah.“Bisa jadi wali Allah adalah seorang pedagang di pasar jika dia betul-betul menjalankan syariat Allah dan bisa juga seorang da’i atau ulama,” jelas Syaikh Abdurrazzaq.Menukil pendapat Imam Syafi’i, putra dari Syaikh Abdul Muhsin Al Badr ini menekankan bahwa sudah otomatis jika ulama adalah seorang wali.“Seaandainya ulama ini bukan wali maka tidak ada ulama. Maka ulama adalah wali Allah,” papar Syaikh Abdurrazzaq.
Cari berita terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: fokusislam.com