Fantastis, Kebakaran di Provinsi Riau sudah merugikan negara hingga US$935 juta di sektor pertanian dan perdagangan

- Selasa, 01 Desember 2015 09:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122015/pesisirnews_Fantastis--Kebakaran-di-Provinsi-Riau-sudah-merugikan-negara-hingga-US-935-juta-di-sektor-pertanian-dan-perdagangan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
PESISIRNEWS.COM - Indonesia menjadi salah satu sorotan utama dalam KTT Perubahan Iklim atau Paris Climate Conference (Conference of Parties/COP 21) di Paris, Perancis, pekan ini, terutama karena kebakaran hutan yang membuat sesak beberapa negara di kawasan.Presiden RI Joko Widodo dalam pidatonya, Senin (30/11), menegaskan bahwa pemerintahnya serius menangani kebakaran hutan yang memicu asap tebal di Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.Mengutip dari kantor berita Antara, Presiden Jokowi mengatakan bahwa penegakan hukum secara tegas telah dilakukan. Langkah pencegahan peristiwa tahunan itu terjadi lagi telah disiapkan dan sebagian mulai diimplementasikan, restorasi ekosistem gambut dengan memulai pembentukan Badan Restorasi Gambut juga sudah digalakkan.Kasus kebakaran hutan di Indonesia telah menyeret beberapa negara untuk turut membantu, salah satunya Australia. Belasan orang meninggal dunia akibat asap dan sekitar 500 ribu kasus penyakit pernafasan dilaporkan tercatat sejak awal kebakaran hutan.Kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan yang diduga dilakukan dengan sengaja untuk membuka lahan perkebunan itu diperkirakan merugikan Indonesia hingga miliaran dolar. Perkiraan Bank Dunia tahun lalu, kebakaran di Provinsi Riau sudah merugikan negara hingga US$935 juta di sektor pertanian dan perdagangan.Cuaca El Nino yang panas dan kering telah menyebabkan upaya penanggulangan kebakaran hutan menjadi sangat sulit. Jokowi menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap perubahan iklim karena dua pertiga wilayahnya terdiri atas laut, memiliki 17 ribu pulau, banyak di antaranya pulau-pulau kecil, 60 persen penduduk tinggal di pesisir dan bencana selalu terkait dengan perubahan iklim.Jokowi menyatakan akan memberikan dukungan politik kuat terhadap suksesnya COP 21. Sebagai salah satu negara pemilik hutan terbesar yang menjadi paru-paru dunia, kata Jokowi, Indonesia telah memilih untuk menjadi bagian dari solusi."Pemerintah yang saya pimpin, akan membangun Indonesia dengan memperhatikan lingkungan," terang Jokowi.Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINISource : cnnindonesia.com


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Hadir dan Ramaikan, Polres Inhil Gelar Karhutla Fun Run 2025

Nasional

Kapolres Inhil Ikut Turun Kelokasi Kebakaran Hutan Di Kempas

Nasional

Pemkab Inhil dan Kodim 0314/Inhil Gelar Sosialisasi untuk Mengantisipasi Terjadinya Karlahut

Nasional

Ingatkan Tidak Bakar Lahan, Babinsa Koramil 02/TP Kembali Patroli dan Sosialisasi Karlahut

Nasional

Pantau Karlahut, Babinsa Koramil 02/TP Kembali Patroli dan Sosialisasi

Nasional

Danporamil 02/TP Kembali Pimpin Patroli Karlahut dan Komsos Prokes