Jakarta,PESISIRNEWS.COM - Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi merespon permintaan maaf Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi.
Luthfi meminta maaf terkait pro kontra ajakan Presiden Jokowi beli babi panggang alias bipang Ambawang.
“Kenapa para pembantu Presiden harus minta maaf & klarifikasi terkait ada pernyataan Pak @Jokowi soal Bipang (Babi Panggang) Ambawang dalam mempromosikan utk membeli makanan daerah secara online?,†kata Teddy, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @TeddyGusnaidi, Sabtu (8/5).[adsense]
Teddy mempertanyakan mengapa menteri perdagangan meminta maaf. Padahal, Jokowi hanya mempromosikan kuliner khas daerah.
“Apa masalahnya? Gak ada kan? Wong itu makanan khas daerah kok. Ini Indonesia bos!,†cetus Teddy.[br]
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi meminta maaf atas beredarnya video Presiden Jokowi ajak beli babi panggang alias bipang.
Bipang adalah makanan khas Ambawang, Kalimantan Barat. Jokowi mempromosikan makanan tersebut dan videonya viral di media sosial.
Jokowi dihujat lantaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut babi panggang atau bipang Ambawang bisa menjadi oleh-oleh mudik.
Anak Buah Jokowi Minta Maaf
Pidato Jokowi menuai kontroversi hingga akhirnya Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi menyampaikan permohonan maaf.
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin kita semua bangga dengan produk dalam negeri termasuk kuliner khas daerah, serta menghargai keberagaman bangsa kita,†ucap Luthfi dalam video yang diposting di akun Instagram miliknya, Sabtu (8/5).
Postingan Luthfi mendapat komentar beragam dari warganet. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang menyayangkan ajakan Jokowi beli babi panggang alias bipang Ambawang.
“Momentnya aja yang kurang tepat Pak menteri, kan Pak Presiden awalnya membahas soal mudik yang bertepatan dengan kebiasaan Hari Raya Umat Islam, kalo bikin videonya pas hari Natal mungkin tidak akan jadi masalah,†tulis Rini Indriani Sudrajat.[adsense]
“Mungkin Pak Presiden perlu mereshufle team pembuat naskah pidato supaya bisa bikin konten yang timingnya tepat,†tambahnya.
pojoksatu