Jurnalis Ancam Boikot Kegiatan Prabowo Subianto

- Rabu, 12 Desember 2018 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122018/2217_Jurnalis-Ancam-Boikot-Kegiatan-Prabowo-Subianto.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Jpnn.com

Sejumlah jurnalis mendesak calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf.

Para awak media tidak terima dengan pernyataan Prabowo yang dianggap melecehkan profesi wartawan. Saa pidato di depan para pendukungnya beberapa waktu lalu, Prabowo menyebut para jurnalis sebagai antek yang akan menghancurkan NKRI. Bahkan, minta pendukungnya tidak menghormati jurnalis.

''Kami, jurnalis, merasa dilecehkan dan direndahkan. Prabowo harus minta maaf dan mencabut pernyataannya,'' desak Purwanto, koordinator Persatuan Wartawan Ngawi (PWN) saat unjuk rasa di depan rumah pemenangan Prasa (Prabowo-Sandi), Ngawi, Jatim, Senin (10/12).

Menurut Purwanto, sangat tidak etis seorang calon pemimpin bangsa melontarkan statemen tersebut. Jika tidak puas terhadap pemberitaan yang dibuat para jurnalis, seharusnya disampaikan melalui Dewan Pers.

Sebab, profesi jurnalis di negara ini dilindungi undang-undang. Bukan profesi liar. ''Kalau mau ngritik sampaikan ke Dewan Pers, bukan asal semprot,'' ketusnya.

Massa jurnalis mendatangi rumah pemenangan Prasa Ngawi di Jalan MH Thamrin, Margomulyo. Tujuannya, agar tuntutan mereka disampaikan kepada Prabowo Subianto.

Jika tidak segera minta maaf dan mencabut pernyataannya secara terbuka, para jurnalis bakal memboikot semua kegiatan capres tersebut. ''Kami hanya ingin mengingatkan, tidak ada maksud lain. Apalagi kepentingan politik,'' tegasnya.

Massa wartawan pun melanjutkan aksinya dengan long march dari Jalan MH Thamrin ke Jalan Yos Sudarso dan berakhir di Tugu Kartonyono. Sebelum membubarkan diri, mereka berorasi yang ditujukan kepada seluruh masyarakat agar tidak terhasut pernyataan kontroversial tersebut. Aksi itu mendapat kawalan ketat petugas Polres Ngawi.

Sementara itu, salah seorang perwakilan tim pemenangan Prasa Ngawi Suratno menerima tuntutan PWN. Dia berjanji bakal menyampaikan kepada Prabowo Subianto. Kendati Suratno yakin maksud Prabowo mungkin tidak sepenuhnya seperti yang ditangkap awak media. ''Tapi, kalau pernyataan itu dianggap salah, saya mewakili paslon kami, meminta maaf kepada media,'' ucapnya.

Suratno juga minta semua media menyampaikan informasi secara utuh dan apa adanya. Selain itu, produk berita yang dibuat media harus bisa mendidik serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Jangan sampai media dikuasai pihak yang berkepentingan, apalagi keluar dari prinsip independen.

''Saya tidak tahu salah atau tidak (pernyataan Prabowo, Red), tapi karena semua (media) sudah sampai sini, mewakili tim pemenangan saya minta maaf,'' tegasnya.

Sumber
: Jpnn.com

Berita Terkait

Nasional

Bupati Herman Dorong Hotel dan Swalayan Jadi Etalase Produk UMKM Unggulan Inhil

Nasional

Bupati Inhil dan Kapolda Riau Laksanakan Running Man di Kota Tembilahan

Nasional

Bupati Inhil dan Kopalda Riau Silaturahmi Dengan KKSS

Nasional

Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 10 Orang, Tim Gabungan Sisir Permukiman Gunakan Perahu Karet

Nasional

Bupati Herman Ajak KKSS, IWSS dan IPSS Inhil Perkuat Sinergi Bangun Daerah Usai Pelantikan Pengurus Baru

Nasional

Wabup Inhil Ikuti Raker dan RDPU Komisi II DPR RI Secara Virtual