Neno Warisman Digelari Laksamana di Aceh, Kagak Salah Itu?

- Senin, 01 Oktober 2018 21:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Neno-Warisman-Digelari-Laksamana-di-Aceh--Kagak-Salah-Itu-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Jpnn.com

Pesisirnews.com - Gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien untuk penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman dari Kerajaan Meureuhom Daya di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menyisakan kritik keras. Tokoh muda NAD Thamren Ananda menilai pemberian gelar untuk pentolan Tim Sukses Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno itu merupakan tindakan yang ceroboh yang mencederai nilai-nilai sejarah masyarakat Aceh.

"Pemberian gelar kepada Neno itu telah menginjak-injak nilai historis masyarakat Aceh," kata Thamren kepada wartawan, Senin (1/10).

Thamren lantas membeber sejumlah alasan untuk mempersoalkan gelar untuk Neno. Pertama, kata dia, mekanisme pemberian  gelar di Aceh kepada seseorang sudah diatur oleh Wali Nanggroe.

Kedua, lanjut Thamren, untuk memberikan gelar kepada seseorang harus melalui proses yang panjang, terutama  meneliti rekam jejak penerimanya. "Si penerima gelar (harus) memiliki attitude (sikap, red) rekam jejak serta kontribusi yang nyata terhadap pembangunan masyarakat Aceh," jelasnya.

Thamren Ananda. Foto: dokumentasi pribadi

Karena itu Thamren mempertanyakan motivasi di balik pemberian gelar kepada Neno. "Karena penerimanya tidak memenuhi kedua syarat itu," ujar dia.

Thamren pun menyarankan panitia yang memberikan segera mencabut gelar untuk Neno, sekaligus meminta maaf kepada masyarakat di Bumi Serambi Mekah itu.  "Semoga ke depan tidak ada lagi tindakan ceroboh seperti itu demi mengejar kekuasaan. Kalau ingin mendapatkan kekuasaan jangan pernah melakukan tindakan yang mencederai nilai-nilai historis masyarakat Aceh," pungkasnya.

Sebelumnya Neno berada di NAD, Minggu (30/9) untuk mengukuhkan komunitas #2019PrabowoSandi di Gedung Haji Yusriah Lampeneurut, Aceh Besar. Dalam acara itu, Neno yang didampingi Ketua DPD Gerindra Aceh TA Khalid dan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf selaku Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno menerima gelar kehormatan Laksamana Muda Cut Nyak Dien dari Raja Meureuhom Daya, Saifullah.                Pegiat sejarah Aceh Mizuar Mahdi juga mengkritik penyematan gelar kehormatan Laksamana Muda Cut Nyak Dien kepada Neno. Alasannya, Neno tidak pantas menerima gelar itu.

Mizuar mengatakan, laksmana merupakan kepangkatan dan berurusan dengan kemaritiman. Selain itu, Cut Nyak Dien dikenal sebagai pejuang yang berperang melawan Belanda.

Adapun Neno dalam pandangan Mizuar tidak memenuhi unsur kemaritiman ataupun perjuangan melawan penjajah. Mizuar menyebut Neno tidak pernah memimpin armada maritim ataupun melawan Belanda.

Sumber jpnn.com 

Berita Terkait

Nasional

Bupati Herman Atensi Pembangunan Pasar Yos Sudarso yang Sudah Terlihat Tua, Kumuh, dan Memprihatinkan

Nasional

Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu Berat Kotor 5,19 Gram.

Nasional

Bupati Inhil Herman Lepas 307 JCH Kloter 7 di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

Nasional

Guna Memastikan Keamanan dan Kenyamaan Jemaah Haji,Bupati Inhil Herman Mengecek Armada Fery

Nasional

Polsek Pelangiran Ungkap Kasus Sabu, Dua Buruh Kontraktor Diamankan

Nasional

Bupati Inhil, Herman Dorong Peran Strategis Pemuda, KNPI Inhil Perkuat Kolaborasi Lewat Kopi Morning