Pesisirnews.com - Tim Survei Papua Terang yang berjumlah 33 orang diserang Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) saat berada di kampung Bokoa, Distrik Wagemuga, Kabupaten Paniai. Serangan itu mengakibatkan lima anggota TNI terluka dan perampasan tiga pucuk senjata.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhamad Aidi membenarkan adanya penyerangan terhadap tim survei Papua Terang tersebut. Aidi mengatakan tim itu diserang saat mengambil gambar di beberapa kampung di wilayah tersebut."Benar, Tim Survei Papua Terang diserang KKSB saat berada di kampung Bolos, Kabupaten Paniai setelah sebelumnya melakukan pengambilan gambar di 7 kampung di wilayah tersebut," ujar Moh. Aidi saat dimintai konfirmasi, Senin (6/8/2018). Aidi menjelaskan tim survei Papua Terang itu berjumlah 17 orang, yang terdiri dari 3 tenaga ahli PLN, 3 tenaga sukarela, dan 11 mahasiswa yang terdiri dari 4 mahasiswa Universitas Indonesia dan 7 Universitas Cenderawasih merupakan putra-putra terbaik asli Papua dipimpin Sugiri sebagai koordinator sekaligus pendamping. Ditambah 16 orang pasukan pengamanan dari TNI berangkat dari Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga Kabupaten Paniai dengan menggunakan 2 unit Speed Boat. Awalnya tim survei yang melakukan pengambilan gambar disambut baik masyarakat Distrik Wegemur. Tim juga sempat mengabadikan gambar tujuh Kampung yaitu Kampung Muyadebe, Kampung Kegomakida, Kampung Uwamani, Kampung Bokoa, Kampung Ugitadi, Kampung Dapaiba, dan Kampung Kinou hingga akhirnya tim dicegat oleh tiga warga. "Selama melewati ketujuh kampung tersebut tim mendapat sambutan dari masyarakat. Namun, saat tiba di Kampung Kinou dihentikan oleh tiga orang masyarakat dan diminta untuk kembali karena tidak membawa surat izin dari Pemda," ujarnya. Aidi mengatakan Serma Alpius Gobay berusaha untuk negoisasi dengan ketiga masyarakat tersebut, tapi mereka tetap meminta tim survei untuk meninggalkan lokasi. Untuk menghindari bentrokan, tim akhirnya balik kanan menuju Pelabuhan Kampung Muyadebe Distrik Wagemuka, namun saat di Kampung Bokoa sekitar 50 anggota KKSB membawa senjata laras panjang, panah, parang hingga kampak mengejar tim. Tak berselang lama sekitar 30 orang KKSB keluar dari rumah warga beserta puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang beserta panah, kampak dan parang mengepung tim survei. "Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi-buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Anggota TNI di bawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya. Namun, karena jumlah yang tidak berimbang akhirnya KKSB berhasil merampas 3 pucuk senjata senapan panjang," jelasnya. Beberapa masyarakat setempat juga sempat memberikan perlindungan kepada tim survei dan mengusir anggota KKSB. Menghindari jatuhnya korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan seluruh anggotanya agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan."Akibat kejadian tersebut beberapa anggota TNI mengalami luka-luka antara lain Serma Alfius Gobay Bibir pecah kena pukulan benda tumpul, Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok, Sertu Hardi luka lebam di muka, Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kampak, Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang sedangkan tim survei lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai," terang Aidi. "Selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perwatan medis di RSUD Kab Paniai," imbuhnya. Aidi mengatakan tim ini terdiri dari para mahasiswa. Mereka melakukan survei lapangan untuk mendukung program Papua Terang, yang diharapkan agar seluruh masyarakat di pedalaman Papua bisa menikmati penerangan listrik.
Sumber Detikcom