Heboh Yerusalem Ibu Kota Israel di Buku IPS Kelas VI SD

- Selasa, 12 Desember 2017 20:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122017/pesisirnews_Heboh-Yerusalem-Ibu-Kota-Israel-di-Buku-IPS-Kelas-VI-SD.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Jakarta, Pesisirnews.com - Belum reda sikap kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pembahasan isu tersebut kembali menghangat lagi.

Pemicunya, cuitan salah seorang warga internet yang mengabarkan bahwa salah satu penerbit mencantumkan ibu kota Israel adalah Yerusalem.

Dalam foto yang disebar, penyebutan Yerusalem menjadi ibu kota Israel saat membahas negara-negara Asia.

Jauh sebelum Trump mengakui Yerusalem pada 6 Desember 2017 yang menggelar konferensi pers di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Heboh Yerusalem Ibu Kota Israel di Buku IPS Kelas VI SD. Screenshot JPNN.com

Warganet yang menyampaikan kabar tersebut adalah JIL ITU SESAT dengan akun @Gussumbogo pada 11 Desember 2017.

"Systematis....!!

Mohon diselidiki, Buku IPS Kelas 6 SD yang diterbitkan oleh Yudistira. Disitu tertulis Ibu Kota Israel adalah Jerussalem, Palestina ada tertulis tapi ga ada ibukota-nya," cuit @Gussumbogo.

Cuitan ini langsung mendapat respons dari penghuni twitter. Sudah ada 506 retweets 216 likes sejak diunggah.

Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI juga menanggapi kicauan @Gussumbogo.

Melalui akun resminya, Itjen Kemdikbud akan menyampaikan informasi tersebut ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

"Terima kasih atas informasinya mas, kami bantu sampaikan ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan @litbangdikbud. Salam :)," cuitnya.

— Itjen Kemendikbud (@Itjen_Kemdikbud) December 11, 2017

Atas kejadian yang kini menjadi sorotan warga internet (warganet), Yudhistira selaku penerbit meminta maaf.

"Kami meminta maaf atas kejadian ini," kata Didi Hidayat kepada JPNN.com melalui sambungan telepon, Selasa (12/12).

Didi mengatakan, kejadian itu di luar dari kewenangannya. Dia mengaku bahwa kekeliruan itu terjadi lantaran ada kesalahan dalam mengambil referensi.

"Referensi kita salah," katanya.

Pihak Yudhistira akan bertanggung jawab atas beredarnya buku yang dianggap salah referensi.

"Kami akan koordinasikan segera kepada guru-guru. Bisa melakukan revisi atau kemudian meralat," katanya.

Yerusalem menjadi ramai dibahas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakuinya sebagai ibu kota Israel.

Perbincangan isu tersebut kembali menghangat lagi setelah ditemukan bahwa di diktat IPS Kelas VI SD sudah disebutkan Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Pemicunya, cuitan salah seorang warga internet. Dalam foto yang disebar, penyebutan Yerusalem menjadi ibu kota Israel saat membahas negara-negara Asia.

Jauh sebelum Trump mengakui Yerusalem pada 6 Desember 2017 yang menggelar konferensi pers di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Sumber jpnn.com 

Berita Terkait

Nasional

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Nasional

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Nasional

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Nasional

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Nasional

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan

Nasional

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan