KTT G20 Bali Resmi Ditutup dan Hasilkan Leaders' Declaration, India Jadi Presiden KTT G20 2023

- Rabu, 16 November 2022 18:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112022/_668_KTT-G20-Bali-Resmi-Ditutup-dan-Hasilkan-Leaders--039--Declaration--India-Jadi-Presiden-KTT-G20-2023.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Presiden Jokowi pada acara penutupan KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11). (Tangkapan layar YouTube Sekpres)

NUSA DUA (Pesisirnews.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Nusa Dua, Bali. Dia menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin negara G20.

"Terima kasih, Yang Mulia Perdana Menteri Modi. Para pemimpin yang saya hormati, kita telah tiba pada akhir KTT G20," kata Jokowi di The Apurva, Bali, Rabu (16/11/2022).

Di tengah ketegangan geopolitik, KTT G20 menghasilkan Leaders’ Declaration. Deklarasi ini juga memuat sikap yang mengecam agresi Rusia ke Ukraina.

Para pemimpin negara G20 telah mengesahkan deklarasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. Pengesahan itu dihasilkan pada hari kedua pertemuan multilateral tersebut, Rabu (16/11).

"Selain deklarasi. Presidensi Indonesia juga menghasilkan concrete deliverable yang berisi daftar proyek kerja sama negara anggota G20 dan undangan," papar Presiden Joko Widodo dalam penutupan KTT G20.

Leaders' Declaration

Terdapat 52 poin yang tertuang dalam deklarasi tersebut. Poin-poin tersebut mencakup permasalahan mengenai ketegangan geopolitik global, isu krisis pangan, perubahan iklim, kesehatan global, hingga transformasi digital.

Deklarasi ini juga memunculkan sikap yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. "Sebagian besar anggota sangat mengutuk perang di Ukraina dan menekankan hal itu menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa dan memperburuk keadaan yang ada kerentanan dalam ekonomi global,” dalam poin ketiga Leaders' Declaration di KTT G20 Bali.

Deklarasi ini juga mendorong jalur diplomasi dalam penyelesaian konflik. "Penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir tidak dapat diterima. Penyelesaian konflik secara damai, upaya penanganan krisis, serta diplomasi dan dialog, sangat penting. Zaman sekarang tidak boleh perang.”

[br]

Selain itu, isu krisis pangan juga menjadi perhatian yang tertuang dalam beberapa poin deklarasi, "Kami mendukung upaya internasional untuk menjaga agar rantai pasokan makanan tetap berfungsi di bawah tantangan keadaan.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi kerawanan pangan dengan memastikan aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan pangan dan produk pangan bagi mereka yang membutuhkan, khususnya di negara berkembang dan negara kurang berkembang.”

India sebagai presiden G20 di 2023

Setelah Indonesia, India akan memegang presidensi G20, disusul Brasil pada 2024. Troika kepemimpinan G20 ini menjadi peluang bagi negara-negara berkembang untuk dapat berkontribusi sebagai jembatan penghubung antara negara-negara berkembang dengan negara-negara maju.

Munculnya Leaders' Declaration tersebut juga menjadi puncak dari KTT G20 di Bali. Dalam penutupnya, Presiden Jokowi menyerahkan estafet kepemimpinan G20 untuk 2023 ke Perdana Menteri India, Narendra Modi. (PNC/DW)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Hadiri Pertemuan dengan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara

Nasional

Gagal Ramalan Kiamat Tgl 29 Juni 2024 Peramal India Kushal Kumar Merubah Prediksi 10 Agustus 2024

Nasional

Viral Di dunia Maya, Paranormal India Prediksi Kiamat 29 Juni,Tanggapan Warganet "Tunggu Dulu Dong Utang Belum Bayar"

Nasional

Presiden Joko Widodo Sholat id Di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang

Nasional

Permintaan Presiden Jadi Saksi Harus Diputuskan Pengadilan

Nasional

Rencana Pemerintah Membagi Konsesi Izin Usaha Pertambangan Kepada Ormas Keagamaan