KYIV (Pesisirnews.com) - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tiba di Ukraina dari Polandia dengan kereta api pada Rabu pagi untuk bertemu dengan Presiden Volodymr Zelenskiy di Ibu Kota KYIV.
Melansir Reuters, dalam pertemuan itu, Jokowi kembali menyampaikan undangan kepada Zelenskiy untuk menghadiri pertemuan puncak para pemimpin G20 di Bali pada November mendatang.
Dia juga mengunjungi kota Irpin di mana Ukraina mencurigai tentara Rusia melakukan kekejaman meski Moskow membantah tuduhan itu.
Presiden Jokowi juga dikabarkan menawarkan untuk menyampaikan pesan dari Presiden Zelenskiy kepada pemimpin Rusia Vladimir Putin dalam harapan untuk mencoba menciptakan perdamaian.
Tetapi tidak segera jelas bagaimana Zelenskiy menanggapi tawaran yang dibuat oleh presiden selama pembicaraan di Kyiv, atau apakah pemimpin Ukraina itu memiliki pesan yang ingin dia sampaikan kepada Putin.
Setelah kunjungannya ke Ukraina, Jokowi akan pergi ke Moskow untuk bertemu Putin, dan mengatakan akan mendesak presiden Rusia untuk menyetujui gencatan senjata.
Sebelumnya, pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv terhenti, karena masing-masing pihak saling menyalahkan.
“Meskipun sangat sulit dicapai, saya menyampaikan pentingnya resolusi perdamaian,†kata Jokowi usai bertemu Zelenskiy.
"Saya menawarkan untuk menyampaikan pesan dari Presiden Zelenskiy kepada Presiden Putin yang akan segera saya temui."
[br]
Sebelum invasi Rusia ke Ukraina 24 Februari, Ukraina adalah salah satu pemasok gandum terbesar di Indonesia, tetapi blokade laut Rusia telah menghentikan ekspor gandum Laut Hitam Kyiv, yang mengancam krisis pangan global.
Jokowi mengatakan dia berkomitmen untuk mengatasi kenaikan harga dan kekurangan pangan dan energi sejak invasi Rusia.
"Semua upaya harus dilakukan untuk memastikan Ukraina dapat melanjutkan mengekspor makanan," katanya.
Presiden Jokowi juga menggarisbawahi perlunya jaminan keamanan untuk pengiriman makanan Ukraina, terutama melalui laut.
Sebagai informasi, Presiden Jokowi adalah ketua Kelompok 20 negara (G20) dan satu dari enam pemimpin yang ditunjuk oleh PBB untuk mengatasi Krisis Global, terutama mengatasi ancaman kelaparan dan kemelaratan yang ditimbulkan oleh perang di Ukraina. (PNC)