Biaya Bangun Kereta di Papua 5 Kali Lipat Lebih Mahal daripada Jawa

- Minggu, 10 Mei 2015 22:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir052015/pesisirnews_Biaya-Bangun-Kereta-di-Papua-5-Kali-Lipat-Lebih-Mahal-daripada-Jawa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

JAKARTA, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah akan membangun jalur kereta di Papua Barat yang menghubungkan Manokwari-Sorong sepanjang 390 Km. Proyek yang targetnya baru akan dimulai 2017 ini akan melintasi kawasan pegunungan di Papua Barat.

Dampaknya, biaya dan waktu pengerjaan proyek ini bisa lebih mahal dan lebih lama bila dibandingkan di Jawa yang infrastrukturnya sudah lengkap. Selain itu, rencananya sepanjang jalur kereta ini akan banyak dibangun terowongan dan konstruksi yang membelah pegunungan. Rata-rata untuk membangun 1 Km rel kereta membutuhkan sedikitnya Rp30 miliar.

Sebelum 2017, proyek ini harus melewati berbagai tahapan seperti studi kelayakan, penetapan desain dasar, trase, analisis mengenai dampak dan lingkungan juga pembebasan lahan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hanggoro Budi Wiryawan menuturkan tak mudah untuk membangun jaringan kereta di Papua yang banyak pegunungan dan bukit. Hanggoro mengatakan proyek yang anggarannya berasal dari APBN ini diperkirakan akan jauh lebih mahal dari biaya membangun rel kereta sejenis di Jawa.

"Kalau topografi datar itu gampang. Kalau gunung-gunung itu bisa dua kali lipat lebih sulit dan bisa lebih mahal 5 kali," katanya.

Ia mengaku belum bisa memastikan berapa estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk menghubungkan Manokwari dan Sorong melalui rel kereta pertama di Papua. Pihaknya masih sebatas melakukan estimasi saja, karena butuh studi lebih lanjut.

"Saya belum bisa mengestimasi, karena harus selesai kajian, sekarang sedang FS (studi kelayakan) dan masterplan," katanya.

Dalam 5 tahun, Presiden Jokowi akan membangun jaringan kereta luar Jawa sepanjang 3.258 kilometer (km), senilai Rp234 triliun, termasuk di Papua. Bila terealisasi, maka proyek ini merupakan yang terpanjang pasca era pemerintahan kolonial Belanda. 

Selama ini, mayoritas jaringan kereta yang ada saat ini, sekitar 985 km, merupakan peninggalan jaringan kereta era kolonial Belanda.

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Nasional

Rekonstruksi Jalan Sanglar–Kotabaru Terus Dikebut, Material Mulai Dimobilisasi

Nasional

Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima

Nasional

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Dugaan Peredaran Sabu, Seorang Perempuan Diamankan

Nasional

Polres Inhil dan Kejari Perkuat Sinergitas, Komitmen Bersama Jaga Kamtibmas dan Penegakan Hukum

Nasional

Unilak Sosialisasikan Program S2 dan RPL bagi ASN Diskominfops Inhil

Nasional

LPTQ Resmi Dilantik Oleh Bupati Inhil Herman