Tokoh NU Umar Syadat Hasibuan Sarankan Presiden Jokowi Tertibkan Para Buzzer Pendukung

- Selasa, 09 Februari 2021 21:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022021/_7385_Tokoh-NU-Umar-Syadat-Hasibuan-Sarankan--Presiden-Jokowi-Tertibkan-Para-Buzzer-Pendukung.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Muhammad Umar Syadat Hasibuan. (Republika)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan menertibkan para buzzer di media sosial, jika ingin dikritik oleh masyarakat. Sebab, para buzzer dan pendukungnya kerap menyerang dengan hinaan dan caci maki bahkan membuat laporan polisi terkait UU ITE jika kritik itu dianggap sebagai provokatif.

“Tertibkan dulu buzzernya pak Jokowi. Baru bicara pemerintah butuh kritik. Gimana orang mau berani kritik Anda jika pada akhirnya buzzer lapor ke polisi,” demikian tulis tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan dikutip dari akun twitternya, Selasa (9/2/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Umar ini mengatakan, Jokowi ingin dikritik, namun di lain sisi para pendukung mencari-cari kesalahan pengkritik lalu dipolisikan.

“Bapak suruh rakyat kritik terus jika ada orang yang kritik bapak, dicari kesalahannya lalu dilaporkan ke polisi. Ketika yang kritik bapak ditangkap polisi bapak diam dengan alasan saya gak berhak intervensi hukum. Kalau begini siapa yang berani kritik Anda pak?” ucap Gus Umar.

Dia mengatakan, ucapan Jokowi bahwa ingin dikritik sia-sia. Sebab ada pendukung Jokowi yang siap menempuh jalur hukum bagi para pengritik dengan alasan hate speech.

“Coba bapak tanya kanan kiri. Ada tuh pendukung bapak yang kerjanya spesialis laporin orang ke polisi cyber crime dangan alasan hate speech. Jadi anjuran untuk kritik pemerintah bagi saya sia-sia karena ada pasukan khusus cyber pendukung anda yang siap siaga laporin orang kepolisian,” ujar Gus Umar.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat agar lebih aktif memberikan kritikan dan masukan terhadap pelayanan dan kerja pemerintah.

“Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi,” ujar Jokowi dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2).

Jokowi juga menekankan agar para penyelenggara layanan publik harus terus meningkatkan upaya perbaikan. Jokowi mengatakan, masih banyak kinerja pemerintah yang harus diperbaiki, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, ia berjanji untuk melakukan evaluasi, salah satunya dengan berdasar pada catatan-catatan yang disampaikan Ombudsman RI.

Sumber: (fajar.co.id)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Presiden Jokowi Keluarkan 3 Arahan Terkait Peniadaan Buka Puasa Bersama Ramadhan 1444 H

Nasional

HPN 2023, Presiden Jokowi: Terima Kasih Insan Pers atas Kontribusinya kepada Bangsa dan Negara

Nasional

Presiden Jokowi: Saya Tidak akan Pernah Toleransi kepada Pelaku Tindak Pidana Korupsi

Nasional

Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability

Nasional

Presiden Jokowi Resmi Memulai Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

Nasional

Ini Tanggapan Presiden Jokowi Mengenai Keinginan Kaesang Terjun ke Politik