SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Riau Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

- Selasa, 10 November 2020 14:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112020/_4188_SM-Amin-Nasution--Gubernur-Pertama-Riau-Dianugerahi-Gelar-Pahlawan-Nasional.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Sutan Mohamad Amin Nasution, Gubernur Sumut pertama dan juga Gubernur Riau pertama yang diberikan gelar Pahlawan Nasional tahun 2020 oleh pemerintah RI. Kredit Foto via sindonews.com/Ist.

JAKARTA, Pesisirnews.com - Satu di antara enam tokoh negara yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Selasa 10 November 2020 di Istana Negara, Jakarta, merupakan mantan gubernur pertama Riau, SM Amin Nasution.

Semasa hidup, SM Amin yang lahir di Lhoknga, Aceh Besar, Aceh pada 22 Februari 1904, merupakan tokoh pergerakan Sumpah Pemuda, aktivis ulung, seorang pengacara dan penulis.

Dia telah meninggalkan semangat pergerakan pemuda, mozaik sejarah perjuangan, dan pemikiran kritis bagi generasi bangsa Indonesia.

Ketokohan Sutan Mohamad Amin Nasution dimulai pada masa pergolakan awal revolusi yang sulit.

SM Amin bersedia meninggalkan profesinya sebagai pengacara untuk menjadi gubernur muda Sumatera Utara, 14 April 1947 saat kota Medan diduduki sekutu.

[br]

Setelah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948 tentang pembagian provinsi Sumatera disahkan, SM Amin ditetapkan sebagai gubernur penuh untuk provinsi Sumatera Utara yang dilantik Presiden Soekarno tanggal 18 Juni 1948 di Kutaradja, Aceh.

Masa itu, Aceh menjadi satu kesatuan dengan Provinsi Sumatera Utara.

Banyak kebijakan penting yang telah diputuskan SM Amin untuk menjaga eksistensi pemerintahan sipil provinsi Sumatera Utara tetap berjalan. SM Amin juga berperan sebagai fasilitator antara Presiden Soekarno dengan rakyat Aceh dalam pembelian pesawat pertama RI.

SM Amin diberhentikan sebagai gubernur provinsi Sumatera Utara ketika Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dijalankan pada Desember 1949. Kemudian, pada 22 Agustus 1952, SM Amin kembali diangkat sebagai gubernur Sumatera Utara.

Periode kedua ini merupakan periode kedua kali bagi SM Amin dalam menjabat sebagai gubernur di Sumatera Utara.

[br]

Ia kembali dipanggil untuk mengabdi di Sumatera Utara karena pada waktu itu terdapat goncangan kedaulatan RI yang cukup besar yakni adanya konflik-konflik di Aceh juga Sumatera Utara.

Atas seluruh prestasinya dalam kancah politik, SM Amin kemudian diangkat sebagai gubernur pertama di Provinsi Riau yang dilantik pada tanggal 27 Februari 1958.

"Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada SM Amin merupakan kebanggaan dan prestasi bagi masyarakat Sumatera Utara," ujar sejarawan Universitas Sumatera Utara, Budi Agustono.

Meski SM Amin menjadi Pahlawan Nasional ke-12 yang berasal dari Sumatera Utara, namun penetapannya sebagai Pahlawan Nasional juga harus patut disyukuri oleh masyarakat di Provinsi Riau.

Bagaimana pun, SM Amin merupakan salah satu tokoh Riau yang telah berjasa dalam meletakkan pondasi awal pembangunan di Provinsi Riau.

Melalui jasanya, Provinsi Riau kini berkembang menjadi salah satu provinsi yang cukup maju dan diperhitungkan dalam skala pembangunan regional di Tanah Air.

Sumber: (sindonews.com)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Ditreskrimum Polda Riau Nyatakan Laporan terhadap Ketua IWO Riau Bukan Peristiwa Pidana

Nasional

Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar

Nasional

Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu

Nasional

Polda Riau Target Bangun 110 Jembatan untuk Masyarakat, 27 Tuntas 100 Persen

Nasional

Kasus Anak Gajah Mati di TNTN, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan sebagai Tersangka

Nasional

Meriahnya Festival 'Perang Air' di Riau: Merawat Tradisi, Jaga Persaudaraan