PESISIRNEWS.COM - Garuda Indonesia terkait masalahpenyelundupan motor mewah Harley Davidson di salah satu pesawatnya, MenteriPerhubungan Budi Karya Sumadi akan memberi sanksi denda
BACA JUGA :Tanggap-dan-Sigap--Satgas-Pamtas-RI-RDTL-Yonif-132-BS--Bantu-Evakuasi-Nenek-Sin-Yang-Sedang-Terluka-Parah--
"Hari ini kami layangkan satu surat yang mendendaGaruda karena membawa barang tanpa memasukkan dalam daftar," ujar BudiKarya di Westin Hotel, Jakarta, Jumat (6/12).
BACA JUGA :Menyambut-Hari-Juang-Kartika-Kodim-0314-Inhil-Laksanakan-Gotong-Royong
Pengenaan denda didasari oleh aturan flight approval yangmengharuskan perusahaan maskapai untuk mendata setiap barang-barang muatanpesawat.
Menurut Budi Karya, barang yang diselundupkan tersebutsecara langsung melanggar aturan kewajiban pencatatan barang yang dibawa olehpesawat.
Lihat juga: Pecat Dirut Garuda, Erick Thohir Dapat KaranganBunga
"Karena ini ada yang spesial dan melenceng dari satukelaziman, bahwa dalam flight approval itu, barang-barang itu (Harleyselundupan) tidak tercatat," ungkap Budi.
Pencatatan dalam aturan flight approval biasanya akanmendata jumlah penumpang dan jumlah serta jenis kargo yang di bawa. "Kalaupenumpang, sejauh penerbangan itu tidak komersial tidak apa-apa,"tuturnya.
Lebih lanjut, Budi Karya mengaku rincian jumlah denda akandiungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara KementerianPerhubungan Polana B Pramesti dalam waktu dekat.
"Nanti Bu Dirjen yang akan menjelaskan,"pungkasnya.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kasus penyelundupanbeberapa spare part motor besar bermerk Harley Davidson yang dilakukan oleh eksDirektur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara.
Diketahui, Komponen itu dipesan Ari lewat pegawainya. Iamemerintahkan pegawainya untuk mencarikan sepeda motor Harley Davidson sejak2018 lalu.
Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melaluirekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Barang itu akhirnyadibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS.
Pesawat yang mengangkut Harley Davidson tersebut mendarat diGaruda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu. Setelah itu, DJBCyang melakukan pemeriksaan terhadap pesawat menemukan 18 kotak bawaanpenumpang.
Sebanyak 15 di antaranya berisi suku cadang motor HarleyDavidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara itu, tiga kotak lainnya berisisepeda Brompton.
[MGID]
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohirakhirnya memutuskan untuk memecat Ari sebagai direktur utama terkait kasuspenyelundupan tersebut.
Dilansir :https://www.cnnindonesia.com