'Kitab Suci Adalah Fiksi' Ini Yang Di Maksud Rocky Gerung

- Jumat, 01 Februari 2019 15:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022019/6389_--039-Kitab-Suci-Adalah-Fiksi--039--Ini-Yang-Di-Maksud-Rocky-Gerung.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Screenshot Tv One

JAKARTA,PESISIRNEWS.COM-Pengamat politik, Rocky Gerung, yang sering mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya Jumat 1 Februari 2019 siang ini. Pemeriksaan terhadap Rocky Gerung terkait 'Kitab Suci adalah Fiksi' yang dilontarkan saat menjadi narasumber di ILC TV One bertajuk 'Jokowi Prabowo Berbalas Pantun', Selasa malam, 10 April 2018.

Gara-gara ucapan ' Kitab Suci adalah Fiksi', Rocky Gerung dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian dan Arya Permadi alias Abu Janda karena dianggap menistakan agama. Namun, setelah hampir setahun lewat, Rabu (30/1/2019), Rocky Gerung diperiksa penyidik Polda Metro Jaya dan kemudian diundur Jumat hari ini.

Sebelum diperiksa Rocky Gerung menuliskan sebuah cuitan terkait kitab suci yang ia maksud saat di acara Indonesia Lawyer Club (ILC). Hal tersebut ia tulis melalui akun Twitter @rockygerung pada Rabu (30/1/2019).

Rocky Gerung menuliskan bahwa hakekat kitab suci adalah konsep bukan cetakan. "Kitab suci" itu, hakikatnya adalah "konsep". Bukan cetakan," tulisnya.

Sebelumnya, Dosen Filsafat UI itu memberikan pernyataan yang kontroversial di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (10/4/2018). Dirinya mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi, namun berbeda dengan fiktif.

Hal ini lantaran menurut Rocky Gerung, kata fiksi dianggap negatif karena dibebani oleh kebohongan, sehingga fiksi itu selalu dimaknai dengan kebohongan.

"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif," ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan makna telos yang dalam bahasa Yunani yang memiliki arti akhir, tujuan ataupun sasaran.

Rocky kembali menekankan bahwa fiksi adalah baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif. Ia lantas mengambil contoh Mahabharata di mana menurutnya Mahabharata adalah fiksi namun bukan fiktif. Fiksi itu kreatif sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan menunggu telosnya.

"Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah," ujarnya menjelaskan. Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.

Selanjutnya, untuk menjawab pertanyaan seputar kasusnya, Rocky menunjuk pengacara Harris Azhar. Harris Azhar pun sudah menjelaskan masalah ini dalam tayangan televisi. Dia juga berdebat keras dengan pihak Istana Ali M. Ngabalin dan pihak pelapor seperti tautan dalam tayangan video dalam berita ini.

Editor
:
Sumber
: Duta.co

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api

Nasional

Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional

Nasional

Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !

Nasional

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu

Nasional

Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Monitoring Langsung Pertumbuhan Jagung Usia 8 Minggu

Nasional

Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu Berat Kotor 5,19 Gram.