Warganet Diserbu Pose 2 Jari Muslimat NU, Hendro: Mereka :Merdeka' Bebas Memilih!

- Senin, 28 Januari 2019 15:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/2449_Warganet-Diserbu-Pose-2-Jari-Muslimat-NU--Hendro--Mereka--Merdeka--039--Bebas-Memilih-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

SURABAYA-Hari ini, Senin (28/1/2019) warganet diserbu foto pose 2 jari keluarga besar Muslimat NU. Padahal, sebelumnya, Ketua Panitia Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke 73 tahun, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Yenny Wahid menepis kekhawatiran acara ini disusupi agenda politik mendukung salah satu capres-cawapres.

Mbak Yenny juga menjelaskan, bahwa, acara tersebut adalah murni dari NU dan tidak akan disusupi agenda kampanye. "Ini acara murni. Acara ormas, acara doa bersama, jadi tidak ada atribut kampanye, enggak ada sama sekali. Murni ini acara ormas," demikian Mbak Yenny usai memberikan santunan kepada 1.000 anak Yatim di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip merdeka.com.

Tetapi, entah mengapa, tiba-tiba viral foto keluarga besar Muslimat NU dengan pose 2 jari. Dan dalam keterangannya, foto-foto tersebut masih dalam acara Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke 73 tahun di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

"Hampir semua grup WA kemasukan foto ini. Ini pertanda Muslimat NU merdeka. Karena tidak ada yang mempengaruhi, mereka melakukan dengan kesadaran," jelas salah seorang warganet, Senin (28/1/2019).

Padahal, awalnya, justru muncul kekhawatiran Harlah Muslimat NU menjadi ajang pengalihan dukungan. "Saya ditanya wartawan, bagaimana pendapat Anda kalau Harlah Muslimat NU di GBK akan mengubah persepsi tentang dukungan emak-emak ke Sandiaga Uno?," demikian Hendro T Subiyantroro, Ketua Bidang Penggalangan dan Relawan BPP Prabowo Sandi Jawa Timur, juga mantan Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.

Menurut Hendro, tidak bisa serta merta begitu. Muslimat NU itu Banom NU yang terikat dengan Khittah NU sebagai organisasi keagamaan, sehingga tidak bisa berpolitik praktis.

"Dalam tubuh muslimat NU juga banyak emak emak pendukung cawapres Sandiaga Uno. Tetapi mereka sadar, tidak akan menggadaikan organisasi untuk kepentingan politik praktis," jelas Hendro kepada duta.co.

Ditanya soal viralnya pose 2 jari muslimat NU, Hendro justru menilai sebagai bentuk kebebasan memilih.

"Itu bagian dari kemerdekaan memilih. Emak-emak Muslimat NU dengan kesadaran sendiri berani angkat dua jari, ini luar biasa. Padahal, sebelumnya ada laporan yang berangkat ke Jakarta notabene pendukung nomor tertentu. Nyatanya, ibu-ibu Muslimat NU sangat 'merdeka'," jelasnya.

Sumber
: Duta.co

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Kapolres Inhil Pimpin Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Pada Dua Personil Polri

Nasional

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

Nasional

Kapolri Flag Off Riau Bhayangkara Run 2025

Nasional

Sambangi Ponpes Ustaz Abdul Somad, Kapolri Sampaikan Pesan Bersatu dalam Keberagaman

Nasional

Berkah Ramadhan, Keluarga Besar TNI dan Polri di Tembilahan Bagikan Takjil Gratis

Nasional

Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat