Pasca Teror Pimpinan, KPK Kembali dapatkan "Pil Kuat"

- Selasa, 15 Januari 2019 16:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/1151_Pasca-Teror-Pimpinan--KPK-Kembali-dapatkan--quot-Pil-Kuat-quot-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapatkan dukungan pasca-teror yang menimpa dua kediaman pimpinan KPK. Dukungan kali ini datang dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dengan tema #SaveKPK.

Dukungan ini dihadiri oleh tiga pimpinan KPK, yaitu Laode M Syarif, Basaria Pandjaitan, dan Alexander Marwata. Selain itu, tampak terlihat penyidik KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo, dan mantan Ketua KPK Abraham Samad.

Dukungan kali ini adalah Simbol "pil kuat" dalam bentuk karton berbentuk tabung, seperti pil yang diwarnai merah dan putih dengan tulisan #pilkuatlawankorupsi.

"Kita mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan berharap bahwa kerja-kerja kita untuk memberantas korupsi tidak berhenti dengan teror-teror seperti itu. Demi bangsa kita siap melanjutkan kerja-kerja pemberantasan korupsi," kata Laode Syarif saat memberikan sambutan, Selasa (15/1/2019).

Laode menambahkan, jika KPK berharap tim yang telah dibentuk Polri sesuai dengan rekomendasi dari Komnas HAM dapat mengungkap teror yang diterima oleh pegawai KPK.

"Ini akan kami baca dan kami pelajari, kami yakin bahwa penegak hukum khususnya kepolisian sedang bekerja keras untuk mengungkap teror baik kepada staf KPK atau kepada pimpinan KPK dan mudah-mudahan dalam waktu sangat dekat akan disampaikan hasilnya. Kami tetap yakin dan diberikan kepastian oleh pimpinan Polri bahwa semua insiden atau teror yang dialami pimpinan KPK dan seluruh staf KPK akan dilakukan secara serius," tambah Laode.

Koalisi masyarakat anti korupsi ini terdiri dari berbagai lembaga seperti YLBHI, LBH Jakarta, Kontras, ICW, GAK dan lain sebagainya.

Dalam acara ini selain memberi dukungan kepada KPK, tim Koalisi Masyarakat Anti Korupsi juga memberikan data laporan pemantauan kasus Novel. Selain itu Koalisi ini juga mendesak beberapa lembaga terkait teror yang diterima pegawai KPK dalam bentuk beberapa rekomendasi dan hasil laporan.

Sumber
: KBRN

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Usai Pilkada, Mafirion Ajak Masyarakat Bersatu Melalui Sosialisasi Empat Pilar*

Nasional

Pendidikan Budaya Politik di Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Kesadaran Politik Masyarakat

Nasional

Fakta Baru Penembakan Donald Trump, Ini Identitas Pelaku

Nasional

Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P

Nasional

Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi

Nasional

Hari RRI, Dewi Juliani Beri Apresiasi Untuk Penyiar dan Kru