KAZAKHSTAN,PESISIRNEWS.com - Sebuah sindrom aneh tercatat pernah terjadi di sebuah desa di Soviet, Krasnogorsk atau desa di Kalachi, Kazakhstan, belum lama ini. Sebuah sindrom yang menyebabkan penduduk desanya terlelap tidur dalam jangka waktu di luar waktu normal, yakni 6 hari. Namun tidak hanya membuat penduduknya dapat tertidur dalam jangka waktu yang lama, akan tetapi juga dalam beberapa kasus dapat tertidur dalam jangka waktu yang lama, akan tetapi juga dalam beberapa kasus dapat menghilangkan memori sementara para penduduk desa tersebut. Dan hingga saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab munculnya sindrom tersebut, seperti dilansir Oddity Central (22/5/2014).
Sindrom ini tak datang sepanjang waktu, melainkan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama terajdi pada bulan Maret hingga Mei 2013. Kemudian dilanjutkan dengan gelombang kedua yang terjadi pada bulan Januari dan Mei 2014. Dari total penduduk yang ada, sekitar 40 hingga 60 orang telah terkena sindrom ini.
“Aku sedang memeras susu sapi di pagi hari, dan tiba-tiba saja tertidur. Aku sendiri tak mengingat apapun, tiba-tiba aku di rumah sakit. Kata suster aku tidur selama 2 hari dan 2 malam,” ujar Maria Felk (50) salah seorang korban.
Satu hal yang membuat sindrom ini semakin terlihat aneh adalah, sindrom ini tidak hanya menyerang para penduduk setempat saja, akan tetapi juga menimpa salah satu wisawatan yang datang ke desa tersebut. Salah satunya adalah Alexey Gom (30) yang kala itu sedang mengunjungi mertuanya di desa Kalachi.
“Aku datang bersama istriku untuk mengunjungi mertuaku. Pagi hari aku membuka laptop dan membaca buku, dan aku merasa seperti seseorang menekan tombol ‘tidur’ di tubuhku. Aku bangun dengan istri dan ibu mertuaku di sampingku, mereka mengatakan bahwa Aku tidur lebih dari 30 jam saat itu” ujar Alexey Gom.
Ironisnya bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa ada salah seorang penduduk yang terkena sindrom ini dan tertidur selama satu minggu sampai dikira telah meninggal dan dikuburkan hidup-hidup.
Meskipun beberapa ilmuwan telah mencoba mencari penjelasan mengenai sindrom tersebut dengan cara melakukan sekitar 7000 ekperimen tanah dan air, sampel darah korban, serta kuku dan rambut. Namun sayangnya semua hasil tes tersebut tidak meyakinkan.
“Ini bukanlah sebuah infeksi, kami telah mengecek darah dan cairan tulang belakang, tak ada yang aneh. Lantas kami mengkategorikan hal ini sebagai racun encephalopathy, tapi ‘racun’ yang dimaksud hanyalah sebuah tebakan dan encephalopathy hanyalah sebuah judul dari penyakit otak,” ujar Kabdrashit Almagambetov, salah seorang dokter dari distrik Esil.(SIS)
Editor: yes