Rusia Sudah Kantongi Daftar Teroris dan Oposisi di Suriah

- Kamis, 05 November 2015 21:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112015/pesisirnews_Rusia-Sudah-Kantongi-Daftar-Teroris-dan-Oposisi-di-Suriah.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
ilustrasi
PESISIRNEWS.COM - Setidaknya 18 pihak berkepentingan seakan berlomba membantu upaya perdamaian di Suriah. Sebelum mencapai perdamaian, pihak terkait harus menyamakan visi terlebih dahulu mengenai kelompok mana yang dibela dan siapa musuh komunitas internasional.Rusia sebagai salah satu pihak yang ikut campur dalam konflik Suriah mengaku sudah menyusun daftar teroris dan oposisi moderat di Suriah."Dari yang disampaikan Menteri Luar Negeri, Rusia sudah menyusun kelompok mana yang merupakan teroris dan kelompok mana yang merupakan oposisi moderat," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, Kamis (5/11).Daftar tersebut nantinya akan dibawa dalam pertemuan lanjutan 18 pihak tersebut di Austria yang direncanakan diselenggarakan dua pekan mendatang.Menurut Galuzin, setelah mencapai mufakat, semua pihak akan melawan musuh bersama, yaitu kelompok yang dianggap teroris.Sementara itu, kelompok-kelompok yang dianggap merupakan oposisi moderat akan diminta untuk membentuk tim delegasi menuju perundingan damai dengan pemerintah Suriah."Delegasi ini akan dipertemukan dengan pemerintah dan akhirnya harus mencapai keputusan untuk gencatan senjata," kata Galuzin.Setelah itu, semua pihak akan menyerahkan masa depan Suriah kepada masyarakat."Warga yang berhak menentukan. Suriah harus terap merdeka, harus jadi negara yang semua agama bisa merasa aman dalam damai," tutur Galuzin.Ia pun kembali menegaskan pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, bahwa Rusia tidak akan ikut campur dalam urusan politik Suriah di masa depan."Ini bukan masalah minta Assad keluar atau bertahan. Kami minta hak warga Suriah dipertahankan untuk membuat keputusan mengenai pemerintahan," katanya.Sebelumnya, hubungan Washington dan Kremlin sempat panas setelah pasukan serangan udara Rusia beroperasi di Suriah demi membantu pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.Di langit Suriah sendiri sudah beroperasi koalisi serangan udara di bawah komando Amerika Serikat.AS dan Rusia memang satu visi dalam penggempuran ISIS. Namun, AS tak sependapat dengan dukungan Rusia pemerintahan Assad. Menurut AS, Assad adalah dalang dari segala masalah di Suriah.Serangan Rusia pun dikabarkan lebih banyak mengenai markas oposisi Suriah yang dilatih AS. Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINISumber : cnnindonesia.com


Tag:

Berita Terkait

Berita

Pusat Studi HAM Nairobi: Serangan Militan Al Shabaab Meningkat, Ratusan Korban Tewas

Berita

Pimpinan Khilafatul Muslimin Dunia yang Bermarkas di Lampung Ditangkap Polda Metro Jaya

Berita

Hal Ini yang Menjadi Salah Satu Pemicu Utama Radikalisme dan Terorisme Menurut BNPT

Berita

BNPT: Kementrian-Lembaga Miliki Peran Penting Dalam Pencegahan Terorisme

Berita

Antisipasi Kejahatan Terorisme, Pemerintah Maroko Resmikan Divisi Penanganan Bahan Peledak

Berita

Filipina Beli Helikopter Serang Buatan Turki untuk Melawan Terorisme