Terungkap, Ada Mata-mata Rusia Bekerja di Kedubes AS di Moskwa

- Jumat, 03 Agustus 2018 09:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082018/pesisirnews_Terungkap--Ada-Mata-mata-Rusia-Bekerja-di-Kedubes-AS-di-Moskwa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com - Seorang perempuan Rusia yang diduga sebagai mata-mata bekerja di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskwa, selama lebih dari satu dekade.

Laporan tersebut diungkap oleh The Guardian, seperti dikutip dari CNN dan The Telegraph, Kamis (2/8/2018).

Pekerjaan perempuan tersebut di Kedubes AS memungkinkan dia mengakses materi rahasia, termasuk agenda presiden dan wakil presiden.

Kecurigaan berawal pada 2016, saat pemeriksaan regular oleh kantor keamanan regional Kementerian Luar Negeri AS.

Kantor keamanan menemukan perempuan tersebut mengadakan pertemuan rutin dan tidak resmi dengan anggota Dinas Rahasia Rusia (FSB).

"Kami menemukan mereka semua berbicara dengan FSB, tapi dia yang memberi mereka informasi lebih banyak dari yang seharusnya," kata seorang pejabat senior.

Kantor keamanan regional memperingatkan kedubes AS di Moskwa pada Januari 2017 dan perempuan itu diberhentikan musim panas lalu setelah tertangkap basah.

Kendati perempuan tersebut memiliki akses intranet dan sistem e-mail Secret Service, namun pihak terkait meyakini hal itu tidak menjadi isu keamanan nasional.

"Dia tidak punya akses informasi yang sangat rahasia," ungkap pejabat AS secara anonim.

Di sisi lain, Kemenlu AS menolak berkomentar.

"Kami tidak mengomentari tuduhan yang terkait dengan masalah intelijen atau personel, dan kami tidak memiliki informasi tentang dugaan pada insiden ini," demikian pernyataan Kemenlu AS.

Sementara itu, Secret Service mengatakan dalam sebuah pernyataan, tidak pernah ada perempuan yang berada dalam posisi pekerjaan tersebut yang bisa memperoleh rahasia keamanan nasional.

Laporan dari The Guardian tidak menyebutkan nama perempuan atau pun perannya secara spesifik.

Namun, sumber intelijen mengungkap Secret Service mencoba menyembunyikan pelanggaran yang dilakukan perempuan itu dengan memecatnya.

Manajemen senior Secret Service juga diketahui tidak melakukan penyelidikan internal untuk menilai akibat dari insiden tersebut.

Sumber Kompas.com 

Berita Terkait

Berita

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Berita

Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan

Berita

Hadiri Maulid Nabi, Plh Bupati Yuliantini Resmikan Gedung BKMT Desa Tanjung Raja

Berita

Plh Bupati Yuliantini Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pulau Burung

Berita

Pemanfaatan Blade Server Dinkes Dipercepat untuk Dukung Kebutuhan Seluruh OPD

Berita

Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan