Perangko Tintin di Pulau Komodo Diluncurkan di Brussel

- Rabu, 24 September 2014 13:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092014/1411541653news_22336_1411530665.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Foto: facebook.com/Tintin
LONDON, PESISIRNEWS.com - Perangko edisi khusus Tintin di Kemayoran dan Tintin di pulau Komodo, diluncurkan dalam rangka memperingati hubungan bilateral Indonesia - Belgia yang ke 65 tahun, menjadi perangko resmi komunikasi KBRI Brussel di seluruh wilayah Belgia.KBRI Brussel bekerjasama dengan Museum Herge, dan Moulinsart, perusahaan pemegang lisensi karya cipta Herge, serta Perusahaan Pos Belgia (B-Post) mendesain khusus perangko resmi Belgia dengan menggunakan gambar yang diambil dari dua adegan komik Tintin, demikian Counsellor KBRI Brusel, Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Rabu (24/9).Siapa yang tak kenal Tintin, wartawan sekaligus petualang dengan potongan rambut jambulnya yang khas, dan sahabat-sahabat yang selalu setia menemani yaitu, Snowy, Kapten Haddock, Professor Calculus, dan si kembar Thomson dan Thompson.Semua tokoh-tokoh ini berasal dari serial komik "Petualangan Tintin" buatan artis dan kartunis asal Belgia, yang bernama Georges Remi atau lebih dikenal dengan panggilan Herge. Namun demikian, tidak banyak yang tahu bahwa Tintin dkk pernah ke Indonesia.Dalam salah satu seri Petualangan Tintin, "Penerbangan 714 Ke Sydney", Tintin, Snowy, Kapten Haddock dan Professor Calculus, mendarat di Bandar Udara Internasional Kemayoran, Jakarta, untuk pemberhentian terakhir penerbangan 714 dari London sebelum menuju ke Sydney."Itu! Lihat! Kemajoran!...Apakah ini Djakarta atau bukan?, " kata Professor Calculus kepada Tintin dan Kapten Haddock.Dalam petualangannya di Indonesia, Tintin dkk kemudian berada di sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur dimana untuk pertama kalinya mereka melihat Komodo. "Apa itu?" tanya Kapten Haddock. "Itu Komodo!" jawab Tintin.Dikemas sebagai bagian dari Resepsi Diplomatik memperingati HUT RI ke-69, peluncuran perangko secara resmi dilakukan di Brussels Square Panoramic Hall oleh Dubes RI untuk Belgia Uni Eropa dan Luksemburg, Arif Havas Oegroseno, Direktur beserta para desainer dari Museum Herge dan Moulinsart, serta Wakil Menteri Luar Negeri Belgia, Dubes Jan Van Dessel.Disaksikan Dubes negara-negara sahabat yang berada di Brussel, Anggota Parlemen Eropa dan Komisi Eropa, serta tokoh-tokoh Masyarakat Belgia, akademisi, kalangan pengusaha, penggiat seni budaya, acara berlangsung meriah dan mendapatkan banyak pujian atas kreatifitas KBRI Brussel dalam memanfaatkan Tintin sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Belgia.Menurut Dubes, 2014 adalah tahun yang penting dalam hubungan Indonesia dan Belgia, karena banyak inisiatif di bidang politik, ekonomi, pendidikan dan budaya yang dilakukan dalam empat tahun terakhir ini.Dubes menyinggung, salah satu capaiannya hubungan investasi Indonesia dan Belgia yang tercermin dari masuknya investasi sebesar 10 Juta Euro oleh Solvay, perusahaan berbasis teknologi asal Belgia di Indonesia.Selain itu, dibentuknya program studi kajian Islam S2 pertama, yang penyusunan kurikulumnya dibantu sepenuhnya oleh Indonesia, di universitas Katholik tertua di Eropa, Katholieke Universiteit Leuven.Dubes Havas menyampaikan, bahwa hubungan Indonesia dan Uni Eropa (UE) memiliki arti penting pada 2014 dimana mulai 1 Mei lalu, telah berlaku Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama Indonesia Uni Eropa atau "Framework Agreement on Comprehensive Partnership and Cooperation" (PCA) setelah parlemen dari 28 negara anggota UE dan Parlemen Eropa serta Indonesia meratifikasi perjanjian."Indonesia adalah negara Asia dan ASEAN pertama yang memiliki perjanjian PCA, dengan Uni Eropa hal ini mengapresiasi upaya Indonesia dalam penghormatan HAM dan demokrasi, serta menilai bahwa Indonesia merupakan salah satu model yang tepat bagi UE dalam mencari bentuk multikuturalisme.PCA diharapkan juga akan meningkatkan hubungan "people to people" khususnya antar masyarakat madani, serta kerjasama ranah investasi, perdagangan, dan pendidikan. (Ant)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Demo Mahasiswa Menolak UU KPK Di Propinsi Jawa Timur,Tercatat 13 Kabupaten/Kota Secara Serentak

Berita

Wow.. Singapura Bakal Robohkan Patung Singa Merlion di Sentosa Island

Berita

Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla) Tahun Ini Cukup Parah Hampir Mendekati Kejadian Tahun 2015.

Berita

Peduli Dampak Polusi Kabut Asap, Wilmar Grup Dirikan Posko Pengobatan Gratis di Rohil

Berita

Curi Buah Sawit PT Salim Ivomas Pratama, 2 Remaja di Rohil ini Diamankan Polisi

Berita

Wow... Ternyata Ini Fakta Miris Dibalik Murahnya Mainan Buatan China