Ilmuwan Coba Prediksi Kemungkinan Pecahnya Perang Dunia III

- Selasa, 27 Februari 2018 17:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022018/pesisirnews_Ilmuwan-Coba-Prediksi-Kemungkinan-Pecahnya-Perang-Dunia-III.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kompas.com

Pesisirnews.com - Sebuah pertanyaan yang mungkin sering terlintas di benak manusia adalah apakah umat manusia akan mengalami kembali perang dunia atau kedamaian abadi di masa depan?

Sebuah studi baru digelar untuk mengevaluasi dan mengkalkulasi kemungkinan pecahnya sebuah perang global yang baru.

Sudah 70 tahun berlalu dari konflik bersenjata besar yang terakhir. Meski banyak konflik di berbagai sudut dunia, tetapi selama beberapa dekade tak pernah muncul sebuah konflik yang berukuran global.

Para analis terbelah dalam menyimpulkan apakah kondisi ini berarti umat manusia sudah melampaui level tertentu dalam hal konflik atau sebenarnya kita sedang memasuki masa "jeda" sebelum konflik besar baru muncul.

Untuk menjawab pertanyaan itu pakar komputer Aaron Clauset dari Universitas Colorado, AS menggelar studi untuk memastikan masalah ini.

Dia menggunakan berbagai data dari sejumlah data dari "Correlates War Project" untuk menciptakan sebuah pola, tren, dan kemungkinan pecahnya perang besar berikutnya.

Correlates War Project adalah sebuah basis data yang mengumpulkan semua hal terkait perang mulai dari tanggal hingga jumlah korban sejak 1823.

Caluset menggunakan data tersebut untuk mendalami 95 konflik bersenjata antar-negara sejak 1823 hingga 2003.

Data yang digunakan tak termasuk perang saudara atau serangan teroris. Dan batasan 2003 membuat perang Irak termasuk konflik Suriah dan Yaman yang masuk katagori perang saudara tak ikut dipelajari.

Clauset memerhatikan kondisi dunia sebelum, selama, dan sesudah sebuah konflik senjata yang cukup signifikan.

Dia ingin mengetahui apakah setiap beberapa dekade selalu terjadi masa-masa tanpa perang besar di dunia.

Penelitian Clauset menunjukkan bahwa masa-masa tanpa perang besar yang disebut "perdamaian panjang" bukanlah hal yang langka terjadi dan hal itu amat mudah berubah.

"Pola perdamaian panjang akan bertahan setidaknya selama 100 sampai 150 tahun sebelum bisa disebut sebagai sebuah tren," ujar Clauset.

"Model ini menunjukkan bahwa baik periode perdamaian panjang dan kekerasan besar bukanlah sebuah hal yang langka tetapi merupakan sebuah rangkaian," tambah Clauset.

"Pola sejarah perang nampaknya bisa diartikan bahwa secara substansi perdamaian jauh lebih rapuh dari yang kita yakini selama ini," Clauset menegaskan.

"Jadi sebenarnya, apa yang disebut sebagai masa perdamaian panjang sebenarnya mungkin tidak sepanjang itu dan belum menjadi sebuah tren," tambah Clauset.

Selain soal kemungkinan perang besar, Clauset juga menggunakan model komputernya untuk memprediksi kehancuran dunia.

Menurut hasil perhitungannya, Clauset mengatakan, dunia akan hancur dalam waktu antara 383 hingga 11.489 tahun dari sekarang.

Sumber Kompas.com 

Berita Terkait

Berita

Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang

Berita

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Berita

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Berita

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Berita

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Berita

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi