China Cegah Ajudan Trump Bawa Tombol Nuklir saat di Beijing

- Senin, 19 Februari 2018 13:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022018/pesisirnews_China-Cegah-Ajudan-Trump-Bawa-Tombol-Nuklir-saat-di-Beijing.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ajudan militer presiden Amerika Serikat (AS) membawa "nuclear football" atau tas kerja berisi tombol perintah serangan nuklir. Foto/REUTERS
Pesisirnews.com - Sebuah laporan mengungkap "keributan" antara agen Secret Service Amerika Serikat (AS) dengan petugas keamanan China saat Presiden Donald Trump berkunjung ke Beijing November lalu. Petugas keamanan China mencegah ajudan militer Trump membawa tombol nuklir atau "nuclear football" saat menemani presiden AS masuk ke sebuah ruang pertemuan.  Kejadian itu diungkap Axios dalam laporannya pada hari Minggu. Sekadar diketahui, "nuclear football" berwujud koper atau tas kerja yang nyaris tak pernah lepas dari tangan ajudan militer presiden AS.Sesuai protokol, koper berisi tombol-tombol perintah serangan nuklir itu wajib selalu berada di dekat presiden AS di mana pun dan kapan pun. Dengan koper itu, seorang presiden AS setiap saat bisa meluncurkan serangan nuklir dengan memencet tombol perintah yang terhubung langsung ke eksekutor nuklir Pentagon.Insiden di Beijing itu membuat Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, turun tangan. Menurut laporan, Kelly sempat "ribut" dengan seorang petugas keamanan China yang mencegah ajudan militer Trump membawa "nuclear football" masuk ke ruangan untuk berada di belakang Trump.Agen Secret Service lantas menangani petugas keamanan China tersebut. Setelah dijelaskan bahwa "nuclear football" AS tidak pernah berhubungan dengan seorang pejabat asing dan detail keamanannya, China lantas meminta maaf.Koper berisi tombol perintah serangan nuklir AS tersebut berwarna hitam dan dikenal sebagai "tas darurat presiden".Namun, menurut sebuah laporan dari Axios,ketika Trump bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Aula Besar Rakyat Beijing, petugas keamanan China menghalangi masuknya ajudan yang membawa koper hitam tersebut.Seorang pejabat AS bergegas memberi tahu Kepala Staf Trump, John Kelly. Kelly, menurut laporan itu mengatakan kepada pejabat tersebut; "Kami pindah".Saat delegasi AS mulai bergerak memasuki aula, seorang pejabat keamanan China meraih Kelly yang menyingkirkan tangan petugas yang menghalangi langkah ajudan militer Trump. Saat itulah seorang agen Secret Service AS menangani pejabat keamanan Beijing tersebut.Menurut laporan Axios yang dikutip Senin (19/2/2018), lima sumber mengonfirmasi kejadian tersebut. Insiden berakhir dengan cepat.Tahun lalu, selama kunjungan Trump ke resor Mar-a-Lago-nya di Florida selatan, seorang anggota klub mengambil foto seorang ajudan militer yang bertanggung jawab untuk membawa "nuclear football" dan memajangnya di Instagram. Foto itu menimbulkan kekhawatiran apakah koper tersebut masih merupakan cara terbaik untuk mendapatkan informasi militer yang sangat sensitif yang akan diberikan kepada presiden dalam waktu singkat.

Sumber sindonews.com 

Berita Terkait

Berita

Lindungi Generasi Muda dari Narkoba, Wakapolda Riau Hadiri Deklarasi Rupat Utara Bersinar

Berita

Bupati Herman Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Inhil

Berita

Bupati Herman Minta 18 Pejabat yang Dilantik Percepat Program dan Tingkatkan Kinerja

Berita

Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Sabu dengan Total Barang Bukti Sekitar 5 Kg

Berita

Tak Berhenti pada Pengedar Kecil! Polsek Kateman Kembangkan Kasus hingga Ungkap Dugaan 2 Kg Sabu

Berita

Bupati Herman Turun Langsung Seleksi Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT Kelapa Inhil Gemilang