Kalah Voting di PBB AS Harus Tarik Pernyataan Terkait Yerussalem

Haikal - Rabu, 20 Desember 2017 11:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122017/pesisirnews_Kalah-Voting-di-PBB-AS-Harus-Tarik-Pernyataan-Terkait-Yerussalem.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
NEW YORK - AS kalah dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB terkait draf resolusi soal status Jerusalem. Seperti dilaporkan The Guardian, Selasa, dari 15 anggota DK PBB, 14 negara menyatakan setuju pernyataan Trump soal Jerusalem harus ditarik.Merespons hasil voting tersebut, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley marah. Dia menggambarkan hasil voting tersebut sebagai sebuah penghinaan. Dia menegaskan bahwa AS punya hak untuk menempatkan Kedubesnya di mana pun."AS tidak perlu diberitahu di mana dapat menempatkan kedutaannya," ujar Halley yang berdarah India tersebut."Ini memalukan untuk mengatakan bahwa kita sedang melakukan upaya perdamaian," tambahnya."Fakta bahwa hak veto ini sedang dilakukan untuk membela kedaulatan Amerika dan untuk membela peran Amerika dalam proses perdamaian Timur Tengah bukanlah sumber rasa malu bagi kita; Ini harus menjadi malu bagi para anggota DK lainnya."Hak vetoSebuah resolusi dewan keamanan PBB yang dibuat Mesir pekan lalu menyerukan penarikan pengakuan Donald Trump atas Jerusalem. Semua anggota DK kecuali AS mendukung resolusi tersebut. AS pun menggunakan hak vetonya untuk mencegah draf tersebut disahkan.Resolusi yang dirancang oleh Mesir tersebut tidak menyebutkan secara khusus AS atau Trump, tetapi menyatakan "penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Jerusalem".Seorang juru bicara presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menanggapi veto tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu "tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas masyarakat internasional karena tidak menghargainya".Inggris dan Prancis telah mengindikasikan sebelumnya bahwa mereka akan mendukung draf resolusi tersebut, yang menuntut agar semua negara mematuhi resolusi dewan keamanan PBB yang sudah ada sebelumnya di Jerusalem, yang berasal dari tahun 1967, termasuk persyaratan bahwa status akhir kota diputuskan dalam perundingan langsung antara Israel dan Palestina.Sementara itu, masih dilansir The Guardian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mencuit: "Terima kasih, Duta Besar Haley. Di perayaan Hanukkah, Anda berbicara seperti Maccabi. Anda menyalakan lilin kebenaran. Anda menghilangkan kegelapan. Satu mengalahkan banyak orang. Kebenaran mengalahkan kebohongan. Terima kasih, Presiden Trump."**Haluanpost

Berita Terkait

Berita

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Berita

Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan

Berita

Hadiri Maulid Nabi, Plh Bupati Yuliantini Resmikan Gedung BKMT Desa Tanjung Raja

Berita

Plh Bupati Yuliantini Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pulau Burung

Berita

Pemanfaatan Blade Server Dinkes Dipercepat untuk Dukung Kebutuhan Seluruh OPD

Berita

Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan