Buset! Henri Garap Anak Tiri Hingga Lahirkan 9 Anak

Haikal - Minggu, 17 Desember 2017 01:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122017/pesisirnews_Buset--Henri-Garap-Anak-Tiri-Hingga-Lahirkan-9-Anak.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com, OKLAHOMA – Seorang pria bernama Henri Michelle Piette terancam penjara seumur hidup karena menculik dan menggarap anak tiri hingga melahirkan 9 anak.

Pria berusia 63 tahun itu didakwa hakim federal di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) atas tuduhan menculik anak tiri dan menjadikan korban "tawanan seks" selama 19 tahun.

Henri dituduh menculik anak tirinya, Rosalynn Michelle McGinnis sejak tahun 1995. Kala itu, korban baru berusia 11 tahun. Saat ini, korban telah berusia 33 tahun.

Korban disandera di Meksiko dan berbagai tempat lainnya. Korban ditiduri berkali-kali selama 19 tahun hingga melahirkan 9 anak.

Menurut dakwaan hakim, penculikan selama belasan tahun itu dilakukan terdakwa untuk tujuan memuaskan birahi seksnya.

McGinnis, seperti dilaporkan AP (15/12/2017), telah mendiskusikan kasusnya secara terbuka. Ia mengaku senang lantaran Henri sudah ditahan.

"Mengetahui bahwa pria yang secara fisik menculik saya dan meninggalkan saya dengan tantangan seumur hidup yang menyakitkan, telah ditangkap membuat hari ini menjadi salah satu momen paling penting dalam hidup saya," katanya kepada majalah People, seperti dilansir AP.

Henri menghadapi dakwaan atas tindakan pemerkosaan tingkat satu terhadap korban di bawah usia 14 tahun, penganiayaan anak dan dua tuduhan penganiayaan tak senonoh.

Dalam sebuah affidavit, agen FBI Adam Reynolds menulis bahwa Henri pertama kali berhubungan seks dengan McGinnis saat berusia 11 atau 12 tahun di ruang belakang sebuah rumah Wagoner, Oklahoma.

"Korban berusia sekitar 11 tahun saat Henri membawanya ke sebuah van dan menikahinya dalam sebuah upacara di Wagoner di mana dia memberikan cincin," tulis agen tersebut.

Henri diduga mengubah namanya serta nama McGinnis beberapa kali sebagai upaya untuk menyembunyikan jejak kejahatannya.

Keduanya bepergian ke seluruh wilayah AS dan Meksiko, tapi sesekali kembali ke Oklahoma dan berpura-pura masih tinggal di sana.

Menurut dokumen FBI, keduanya memiliki dua anak saat McGinnis berusia di bawah 18 tahun dan tujuh anak lainnya terlahir setelah McGinnis berusia 18 tahun.

McGinnis mengklaim bahwa dia dan anak-anaknya berhasil melarikan diri dari Henri tahun lalu di Meksiko.

McGinnis pergi ke Kedutaan Besar AS dan mengamankan paspor untuk dirinya sendiri dan anak-anak untuk dapat masuk ke AS.

Dia memberi kesaksian kepada pejabat federal tentang cobaan yang dia alami selama 19 tahun.

Kepada pejabat federal, McGinnis menceritakan bahwa Henri tinggal di Meksiko dan memiliki hubungan yang kuat dengan mafia Meksiko.

Kepolisian akhirnya bergerak menangkap Henri. Saat ini pelaku telah ditahan di Oklahoma. Dia terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti melakukan penculikan, pemerkosaan dan pelecehan anak.

(pojoksatu)

Berita Terkait

Berita

Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak

Berita

Polres Inhil Gelar Tes Urine Seluruh Personil Polsek Pulau Kijang: Bukti Integritas Harga Mati

Berita

Polres Inhil Ungkap Kasus Perjudian Togel di Pasar Dayang Suri, Satu Pelaku Diamankan

Berita

Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang

Berita

Bunda PAUD Inhil Tekankan Peran Posyandu dalam Peningkatan APK PAUD

Berita

48,39 Ton Pangan Ilegal Dibakar di Tembilahan, Wabup Inhil: Negara Tak Boleh Kalah dari Penyelundup