Mahathir: Trump penjahat terkait Yerusalem

Haikal - Sabtu, 16 Desember 2017 20:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir122017/pesisirnews_Mahathir--Trump-penjahat-terkait-Yerusalem.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Mahathir Mohammad. (Bernama)
Kualalumpur (pesisirnews.com News) - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Jumat menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump "perundung dunia" dan "penjahat" terkait keputusannya bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden Trump pada pekan lalu membalikkan kebijakan AS, yang telah berjalan beberapa dasawarsa, dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan mengatakan bahwa Negeri Paman Sam akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem dalam beberapa tahun mendatang. Kedudukan Yerusalem adalah salah satu penghalang paling kuat dalam penciptaan perdamaian abadi Israel-Palestina. Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadinya dan tak terbagi serta menginginkan semua kedutaan besar negara penjalin hubungan dengannya berada di sana. Warga Palestina menginginkan negaranya merdeka, dengan ibu kota negara berada di wilayah Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah pada 1967. Kedaulatan Israel atas wilayah tersebut tidak pernah diakui secara internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Kemarahan atas keputusan Trump akan mengarah pada apa yang disebut sebegai tindak terorisme," kata Mahathir, yang kini berusia 93 tahun, dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur. Ia menimpali, "Pada hari ini, kita memiliki seorang perundung dunia. Trump, itu hanya akan memicu kemarahan kaum Muslimin." "Kita harus menggunakan seluruh kekuatan untuk melawan penjahat ini yang merupakan Presiden Amerika Serikat," katanya. Ia juga mendesak kepada semua negara Muslim agar memutuskan hubungan dengan Israel. Muhyiddin Yassin, pemimpin oposisi lainnya di Malaysia, meminta Pemerintah Malaysia tidak melanjutkan rencana penanaman modal di AS. Pada pekan lalu Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak umat Muslim di seluruh dunia untuk menentang pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengguna media sosial di Malaysia, negara yang kebanyakan penduduknya adalah Muslim, bersumpah untuk melakukan boikot terhadap perusahaan AS, seperti McDonald`s Corp, menyusul keputusan Trump.Rantai kemitraan AS di Malaysia tersebut mengatakan bahwa mereka tidak mendukung atau terlibat dalam kemelut politik atau agama mana pun. Wakil Perdana Menteri Malaysia Zahid Ahmad Hamidi pada Jumat mengatakan bahwa Najib dan pemimpin oposisi Partai Islam se-Malaysia (PAS) akan memimpin unjuk rasa pada Jumat pekan depan di Ibu Kota Pemerintahan Malaysia, Putrajaya, demikian laporan media di Malaysia.,seperti di lansir Antaranews,com

Berita Terkait

Berita

Tak Berhenti pada Pengedar Kecil! Polsek Kateman Kembangkan Kasus hingga Ungkap Dugaan 2 Kg Sabu

Berita

Bupati Herman Turun Langsung Seleksi Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT Kelapa Inhil Gemilang

Berita

Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Narkotika, 467 Ribu Jiwa Diperkirakan Terselamatkan

Berita

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Berita

Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial

Berita

Wakil Ketua II DPRD Inhil Asmadi SH Hadiri Tabliq Akbar Dalam Rangka Hari Santri 2026