Penyebab Insomnia Pada Lansia Jumlah Syaraf Berkurang

- Sabtu, 23 Agustus 2014 23:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082014/1408811631news_20728_1408790672.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bagian dari otak manusia penderita Alzheimer dipamerkan di Museum Anatomi Syaraf di Universitas Buffalo, Buffalo, New York (Foto: AP).

KANADA, PESISIRNEWS.com - Tidur, menjadi semakin sulit dengan bertambahnya usia. Hingga sekarang, masih belum jelas mengapa orang berusia lanjut mengalami insomnia dan gangguan tidur

Kini kajian baru menemukan, hilangnya syaraf di bagian tertentu otak mungkin menyebabkan kondisi itu. Temuan ini,  berpotensi menghasilkan perawatan spesifik, suatu hari nanti bagi berbagai masalah tidur pada orang lanjut usia.

Dalam artikel di jurnal online Brain, para periset Universitas Toronto di Kanada melaporkan, bahwa banyak syaraf otak yang aktivitasnya terbatas menghilang, pada penderita Alzheimer dan sejumlah orang lanjut usia.

Mereka menganalisa data, dari sebuah kajian yang melibatkan 1.000 subyek. Kajian itu, mengamati para peserta  orang-orang sehat berusia 65 tahun, mulai tahun 1997, ketika kajian dimulai hingga mereka meninggal, dan otaknya disumbangkan untuk riset.

Setiap dua tahun, para peserta mengenakan sebuah alat semacam jam di pergelangan tangan, tanpa henti selama tujuh hingga 10 hari, yang memantau semua gerakan mereka. Jika tidak ada gerakan selama lima menit atau lebih, peserta dianggap sedang tidur.

Para periset itu, menganalisa otak dari 45 peserta yang meninggal. Mereka menghitung jumlah syaraf otak yang terkait dengan pola tidur, dan menghubungkan data itu dengan alat pemantau tadi.

Peserta yang tidak menderita Alzheimer, dan memiliki jumlah syaraf terbanyak ternyata tidur lebih lama. Mereka yang tidak menderita, tetapi memiliki syaraf lebih sedikit, mengalami gangguan tidur lebih banyak.

Namun gangguan tidur paling tinggi ditemukan pada penderita Alzheimer, yang otaknya memiliki syaraf paling sedikit. (VOA Indonesia)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Bupati Herman dan ketua PMI Peringati Hari Kesehatan Nasional

Berita

Puskesmas Tembilahan Laksanakan Skrining Bagi UKK Pelabuhan

Berita

Dinkes Inhil Himbau Ibu Hamil Terapkan Pola Hidup Sehat

Berita

Pentingnya Pola Makan Sehat

Berita

Dinkes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan 3 M Plus

Berita

Dinas Kesehatan Inhil Himbau Masyarakat Terapkan "Isi Piringku"