Konferensi Bumi Datar Pertama Digelar, Apa Isinya?

- Rabu, 22 November 2017 09:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112017/pesisirnews_Konferensi-Bumi-Datar-Pertama-Digelar--Apa-Isinya-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com - Para ilmuwan sudah final meyakini bahwa bentuk bumi itu bulat, tetapi para ahli konspirasi menyatakan bahwa bentuk bumi itu datar. Mereka bahkan menggelar konferensi pertamanya untuk mendiskusikan hal ini.

Pada tanggal 9 dan 10 November 2017 lalu, ratusan ahli teori konspirasi berbondong-bondong mengikuti konferensi Internasional Flat Earth atau Bumi Datar di North Carolina.

Konferensi internasional Flat Earth ini diprakarsai oleh Kryptoz Media dan Creation Cosmology Institute. Kryptoz merupakan perusahaan DVD dan Creation Cosmology Institute adalah perusahaan daring dengan skala kecil yang akunnya sudah dihapus dari saluran Youtube.

Beberapa tokoh kontroversial yang turut meramaikan acara ini adalah Darryle Marble yang mengklaim pernah naik di pesawat terbang untuk "membuktikan" bumi tidak melengkung dan Mark Sargent, pemilik akun Serial Bumi Datar di Youtube.

Seperti yang dimuat di Dailymail, Jumat (17/11/2017), konferensi "aneh" tersebut bertujuan untuk menegaskan bahwa bumi berbentuk cakram, bukan bulat.

Pada peta bumi datar, digambarkan bahwa lingkaran Arktik berada di posisi tengah, sedangkan Antarika mengelilingi pusatnya dengan dinding es setebal 45 meter. Para ahli konspirasi bumi datar juga mengklaim bahwa planet bumi itu diam dan tidak mengorbit ke matahari.

Teori ini jelas dibantah oleh komunitas ilmuwan internasional.

Para ilmuwan menunjukan foto-foto luar angkasa dan penelitian para astronomi tentang bentuk dan kondisi bumi, tetapi para penganut bumi datar menganggap bahwa citra satelit dan bukti ilmiah yang ada selama ini hanyalah "konspirasi bumi bulat" yang dibuat oleh NASA dan negara-negara lainnya.

Terlepas dari judul konferensinya, acara tersebut tidak hanya membahas teori Bumi Datar saja.

Mereka juga membahas teori konspirasi lainnya, seperti pendaratan di bulan yang dianggap palsu dan adanya konspirasi internasional yang menutup-nutupi keberadaan benua Antartika yang sebenarnya.

Konferensi berikutnya akan diadakan di Denver, pada 15 - 16 November tahun 2018, dan penyelenggara berharap peserta mencapai 1.500-an orang.

Sumber Kompas.com

Berita Terkait

Berita

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Berita

Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan

Berita

Hadiri Maulid Nabi, Plh Bupati Yuliantini Resmikan Gedung BKMT Desa Tanjung Raja

Berita

Plh Bupati Yuliantini Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pulau Burung

Berita

Pemanfaatan Blade Server Dinkes Dipercepat untuk Dukung Kebutuhan Seluruh OPD

Berita

Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan