Fatah dan Hamas Berdamai, Palestina Merdeka Semakin Dekat

- Sabtu, 14 Oktober 2017 16:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102017/pesisirnews_Fatah-dan-Hamas-Berdamai--Palestina-Merdeka-Semakin-Dekat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Jpnn

Pesisirnews.com - Perseteruan Hamas dan Fatah berakhir sudah. Setelah bernegosiasi sejak Selasa (10/10) di Kairo, Mesir, dua partai terbesar di Palestina itu menandatangani kesepakatan awal rekonsiliasi kemarin, Kamis (12/10).

Ada beberapa poin yang menjadi pokok kesepakatan. Yakni, perubahan manajemen penjagaan perbatasan dan mengintegrasikan para pegawai negeri di Gaza dengan Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Fatah.

"Saya telah menerima detail laporan dari delegasi Fatah tentang hal apa yang disepakati dan saya menganggap itu sebagai kesepakatan final untuk mengakhiri perbedaan," ujar Presiden PalestinaMahmoud Abbas kemarin.

Dia berencana berkunjung ke Jalur Gaza beberapa pekan ke depan. Jika terealisasi, itu menjadi kunjungannya yang pertama dalam satu dekade terakhir.

Delegasi PA Azzam Al Ahmad mengungkapkan bahwa Abbas memang menginginkan agar rekonsiliasi itu benar-benar berjalan dan menjadi akhir perseteruan kedua pihak.

Dengan begitu, impian Palestina untuk mengakhiri pendudukan Israel menjadi negara merdeka dan mengambil kembali Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara bisa tercapai.

Dalam konferensi pers kemarin, Azzam menyampaikan bahwa Hamas sepakat menyerahkan pengelolaan perlintasan perbatasan Rafah per 1 November mendatang kepada PA yang dipimpin Abbas.

Rafah merupakan perlintasan satu-satunya di Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir. "Pasukan kepresidenan akan disebar ke seluruh wilayah perbatasan," tuturnya.

Ada harapan besar jika pergantian pengelolaan itu akan meminimalkan, bahkan menghilangkan blokade yang kerap dilakukan Mesir. Bila lalu lintas di Rafah lancar, otomatis perekonomian di Gaza meningkat.

Kedua pihak juga setuju jika pemilu legislatif, presiden, dan dewan nasional akan digelar setahun setelah penandatanganan. Sebelum pemilu, Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan sementara.

Palestina menggelar pemilu legislatif kali terakhir pada 2006. Saat itu, Hamas menang. Pemilu tersebut berujung konflik antara Hamas dan Fatah yang akhirnya memicu perang sipil mulai Januari 2006–Mei 2007. Perang itu berakhir dengan perpecahan. Hamas memimpin di Gaza dan Fatah berkuasa di Tepi Barat.

Nah, dalam rekonsiliasi kali ini, Hamas setuju untuk menyerahkan kontrol administratif Gaza ke pemerintahan yang baru per 1 Desember mendatang.

Ada 40–50 ribu pegawai negeri sipil yang dipekerjakan Hamas di Gaza sejak 2007. Belum ada penjelasan detail apakah mereka akan tetap dipekerjakan atau diganti dengan armada yang baru.

Rencananya, PA menerjunkan 3 ribu pasukan keamanan Fatah untuk bergabung dengan pasukan kepolisian Gaza. Hamas selama ini memiliki 25 ribu pasukan dengan persenjataan lengkap.

Mereka merupakan pasukan bersenjata paling kuat di Palestina dan tiga kali berperang dengan Israel sejak 2008.

Keberhasilan rekonsiliasi yang dijembatani Mesir itu merupakan kesuksesan yang luar biasa. Selama ini, beberapa negara berusaha menyatukan Hamas dan Fatah, tapi tak pernah berhasil.

Di antaranya, Qatar, Turki, Swiss, dan Norwegia. Israel dan para pendonor yang selama ini membantu Palestina kini menunggu implementasi dari rekonsiliasi tersebut.

Selama ini, Israel dan Amerika Serikat (AS) menganggap Hamas sebagai organisasi teroris, bukan partai politik. Negeri Paman Sam itu selama ini termasuk salah satu negara yang memberikan bantuan ke Palestina. 

Sumber jpnn 

Berita Terkait

Berita

Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU

Berita

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

Berita

Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah

Berita

Bupati Herman Tinjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Waktu dan Berkualitas

Berita

Bupati Herman Tutup MTQ Ke-16 Pulau Burung, Ajak Masyarakat Membumikan Al-Qur’an dan Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

Berita

Polres Indragiri Hilir Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66