Datangi PWI Kampar, Pemuda XIII Koto Kampar Defrizal Protes Keberadaan Sejumlah Galian C yang Merusak Lingkungan

- Sabtu, 25 Maret 2017 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir032017/pesisirnews_Datangi-PWI-Kampar--Pemuda-XIII-Koto-Kampar-Defrizal-Protes-Keberadaan-Sejumlah-Galian-C-yang-Merusak-Lingkungan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
PESISIRNEWS.COM, BANGKINANG KOTA - Dianggap sebagai penyumbang kerusakan lingkungan, sejumlah Tambang Galian C di XIII Koto Kampar diprotes seorang pemuda setempat bernama Defrizal."Saya melihat, para pemilik usaha ini tidak pernah mendapat teguran atau tindakan dari pemerintah. Padahal masyarakat sudah banyak yang komplen, namun kenapa mereka masih bekerja," kata Defrizal, pemuda XIII Koto Kampar ketika berbincang di Kantor PWI Kampar, Sabtu (25/3/2017).Lelaki asal Batubersurat ini menyebutkan, sejumlah perusahaan Galian C yang beraktifitas di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu diindikasi tidak memiliki izin, atau memiliki izin namun diduga melanggar aturan yang ada sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan."Ketika Komisi IV DPRD Kampar kemarin menggelar hearing dengan dinas terkait, disitu terkuak ternyata banyak perusahaan yang tidak memiliki IUP, dan DPRD juga sudah meminta data jumlah perusahaan itu kemaren, loh kenapa diam sampai sekarang. Pemerintah dan penegak hukum jangan tutup mata, kalau memang tidak ada izinnya silakan tutup saja," pintanya.Defrizal yang juga Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan XIII Koto Kampar itu juga mngakui, pada beberapa bulan lalu pihak supir angkutan umum dan sejumlah aliansi mahasiswa sudah melakukan aksi dan menuntut pihak perusahaan untuk bertanggung jawab dengan kehancuran jalan yang diduga dikarenakan truk tonase besar pengangkut tanah Galian C."Pada saat itu kami dan para sopir superben sudah melakukan aksi damai, dan dimediasi oleh kapolsek, kala itu mereka sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak, nyatanya sampai sekarang tidak ada yang mereka perbaiki," pungkasnya. (das)


Tag:

Berita Terkait