PESISIRNEWS.COM, DUMAI – Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman menekankan kepada semua Kepala Daerah agar dapat mencegah sejak dini masalah Kebakaran Hutan dan Lahan.Hal itu ditegaskan Plt Gubri saat memimpin rapat koordinasi strategi dan antisipasi gangguan anarkisme, radikalisme dan terorisme untuk menjaga stabilitas politik, keamanan hukum dan ekonomi yang dihadiri Bupati/ Walikota se Riau di Pekanbaru baru–baru ini.Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama TNI/Polri dan instansi terkait lainnya sudah melakukan langkah dan upaya strategis untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan sejak dini.Instansi terkait diintruksikan agar mengambil langkah cepat melakukan penanganan Kahutla dengan mengerahkan petugas ke lapangan dan membuat sekat kanal di wilayah rawan kebakaran lahan.“Pemantauan ke lapangan juga harus ditingkatkan sesuai arahan dari gubernur agar kabupaten kota bisa menjaga wilayah masing masing untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan,” sebut Eko kepada wartawan, Kamis kemarin.Langkah pembuatan sekat kanal di sejumlah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dilakukan bersama TNI Polri, perusahaan dan forum masyarakat peduli api untuk menjaga agar lahan gambut tetap basah dan tersedia sumber air.Pemerintah daerah bersama elemen terkait lain diharapkan dapat bergerak cepat supaya lahan tidak terbakar dan bisa mencegah terjadinya bencana kabut asap yang sangat berdampak buruk terhadap perekonomian dan lingkungan.“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga lahan dan tidak melakukan kegiatan pembukaan perkebunan dengan cara membakar, karena selain bisa menimbulkan bencana asap, juga termasuk perbuatan melawan hukum,” imbau Wawako.Selain itu, upaya penanggulangan Karhutla juga dilakukan dengan pernyataan komitmen bersama para pelaku usaha di Dumai untuk melawan Karhutla yang digagas Kepolisian Resort Dumai baru baru ini dalam forum diskusi.Kepala Satuan Binmas Polres Dumai AKP Agung Triadi mengatakan, diskusi tersebut ditujukan agar seluruh pihak bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bersama kebakaran hutan dan lahan.“Kita tentu ingin ada solusi bersama dalam pencegahan Karhutla di Kota Dumai,” tuturnya.Bentuk ketegasan dibuktikan dengan telah diamankannya sembilan tersangka diduga pembakar lahan sejak Januari-Februari 2016 oleh Polres Dumai dalam rangka penegakkan hukum perkara Karhutla.
(dcp)Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI