PESISIRNEWS.COM, SIAK - Kebijakan kantong plastik berbayar dinilai positif oleh Bupati Siak, Syamsuar sebagai upaya menekan kerusakan lingkungan akibat proses hancurnya sampah plastik yang sangat lama. Masyarakat Siak pun diajak diet kantong plastik dengan menggunakan tas khusus berbelanja seperti halnya keranjang, rajutan, tas karung kain yang dapat dipakai berulang-ulang."Iya, pak bupati sudah mulai sosialisasi juga di perayaan Cap Go Meh beberapa hari yang lalu. Kita diminta sediakan tas khusus berbelanja, jangan buang-buang kantong plastik katanya kepada kami," ungkap Salahseorang pengusaha toko kelontong di kawasan Sultan Syarif Kasim, Siak, Lim (29), Ahad (28/2/2016).Sebelumnya, dalam surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016, penggunaan kantong plastik dalam berbelanja dikenakan harga Rp 200 per kantong. Bupati Siak yang sangat peduli terhadap lingkungan itu pun mendukung penuh keputusan pemerintah tersebut."Sampah plastik ini berdampak buruk terhadap lingkungan. Kalau dibuang hancur nya lama. Kalau dibiarkan menumpuk, kalau dibakar bisa jadi polusi udara," ungkap Syamsuar.Menurutnya, dengan mengurangi pemakaian kantong plastik akan menekan volume sampah yang ada di Siak. "Di Indonesia ini volume sampahnya terbanyak kedua setelah Tiongkok. Tidak terbayang kan sebanyak apa sampah yang menumpuk itu. Kita di Siak marilah peduli lingkungan. Jangan sampai Siak kotor, kurangi pemakaian plastik," tutupnya.
Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: goriau.com